BSD (BSDE) Optimistis Raup Rp 10 Triliun di 2026 Usai Marketing Sales Capai Rp 5,12 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) senilai Rp 5,12 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut setara dengan 51% dari target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp10 triliun.
Pencapaian ini juga menunjukkan peningkatan sekitar 1% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 5,08 triliun. Penyumbang utama berasal dari segmen residensial sebesar Rp 2,44 triliun atau sekitar 48% dari total marketing sales semester I-2026. Sementara segmen komersial, yang meliputi commercial lot, apartemen, dan ruko, menyumbang Rp 2,32 triliun atau sekitar 45% dan segmen lainnya Rp 364 miliar atau sekitar 7%.
Baca Juga
Industri Otomotif Mulai Pulih, Astra Financial Perkuat Ekosistem Pembiayaan di GIIAS 2026
Secara kuartalan, prapenjualan pada kuartal II-2026 mencapai Rp 2,58 triliun atau meningkat sekitar 2% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penjualan produk residensial maupun komersial. Kawasan BSD City kembali menjadi kontributor terbesar sekitar 66% dari total prapenjualan semester I-2026. Kontribusi tersebut terutama berasal dari proyek Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna, Terravia, Vireya, dan Izzi.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya mengatakan, pencapaian prapenjualan semester I-2026 menunjukkan fundamental bisnis perseroan tetap kuat, meski menghadapi tantangan suku bunga. "Hingga semester pertama tahun ini, BSDE telah mencapai sekitar 51% dari target prapenjualan tahun 2026. Kinerja tersebut didukung oleh kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk serta kekuatan BSD City sebagai kawasan terpadu dengan ekosistem, fasilitas, infrastruktur dan konektivitas yang terus berkembang," ujar Hermawan.
Baca Juga
Saat Kebijakan Free Float 15% Diterapkan, BSDE justru Borong Saham DUTI Rp 559 Miliar Jadi 99,41%
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap hunian berkualitas dan kawasan terpadu masih menjadi faktor utama yang menopang permintaan properti. Selain didorong oleh kebutuhan pengguna akhir, daya tarik properti sebagai aset jangka panjang juga tetap terjaga, terutama pada proyek-proyek unggulan di BSD City.
Memasuki semester II-2026, dia mengatakan, BSDE akan mengoptimalkan peluncuran proyek-proyek yang telah dipersiapkan sesuai kebutuhan pasar serta mempertahankan strategi penjualan yang prudent.
“Didukung portofolio produk yang beragam, kekuatan BSD City sebagai township unggulan, serta program pemasaran nasional Royal Key, perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan dengan target prapenjualan Rp 10 triliun pada 2026,” tulisnya.
