Usai Dividen Interim Emiten Ini Lanjut Bagi Dividen Saham Rp 590 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) akan membagikan dividen saham dengan rasio 16:1. Artinya 16 saham lama akan diberikan 1 lembar saham sebagai dividen. Sebelumnya SGER membagikan dividen interim tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 115 miliar.
Adapun dividen saham yang akan dibagikan berasal dari kapitalisasi saldo laba Perseroan yang belum ditentukan penggunaannya per tanggal 31 Desember 2022.
Presiden Direktur PT Sumber Global Energy Tbk Wlly Thomas mengatakan, total saham baru yang akan dibagikan sebanyak 264.443.583 setara dengan nilai Rp 590,47 miliar dari saldo laba perseroan untuk tahun buku 2022.
Baca Juga
Diplomasi Bilateral, Jurus Pemerintah Atasi Hambatan Ekspor Komoditas
“Nilai ini mengacu pada asumsi harga saham Perseroan satu hari (H–1) sebelum RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) pada 31 Oktober 2023, adalah sama dengan harga pasar saham Perseroan pada penutupan perdagangan tiga hari bursa sebelum tanggal keterbukaan Informasi ini yaitu sebesar Rp 2.300,” tulis Wlly Thomas dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan akhir pekan ini, Sabtu (23/9/2023).
Lebih lanjut dikatakan, pembagian dividen saham kepada pemegang saham perseroan dilakukan dengan pembulatan ke bawah (round down) dan Perseroan tidak akan mengeluarkan saham yang tidak dapat ditentukan kepemilikannya (saham sisa),” paparnya.
Adapun tujuan pembagian dividen saham ini yaitu sebagai bentuk appresiasi Perseroan terhadap pemegang saham. Selain itu pembagian dividen saham akan menambah jumlah saham beredar Perseroan sehingga perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek akan menjadi lebih likuid.
Baca Juga
Kualitas Udara Jakarta Nomor 7 Terburuk Dunia Minggu Pagi Ini
Dalam kesempatan tersebut, Manajemen SGER memaparkan beberapa rencana kerja diantaranya, meningkatkan volume perdagangan batu bara guna memenuhi permintaan dari PLTU-PLTU beberapa negara di ASEAN.
Kemudian mengembangkan energi baru dan terbarukan berupa wood pellet, pengembangan tambang batu gamping atau limestone yang merupakan bahan pembantu di industri pengolahan nikel di entitas anak, serta membangun infrastruktur yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha.

