SGER Kantongi Restu Pembagian Dividan Saham Senilai Rp 590,47 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pertambangan batu bara dan sumber energi lainnya, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mengantongi restu pemegang saham untuk melaksanakan pembagian dividen saham tahun buku 2022 senilai Rp 590,47 miliar.
Presiden Direktur PT Sumber Global Energy Tbk, Welly Thomas, mengatakan, rencana pembagian dividen saham untuk periode tahun buku 2022 telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 31 Oktober 2023.
‘’Harga pasar yang digunakan sebagai dasar kapitalisasi dividen saham Rp 2.300,’’ urai Welly dalam keterbukaan informasi yang dirilis, Kamis (2/11/2023).
Baca Juga
Laba Bersih Melesat 33,7%, Emiten Tommy Soeharto (HUMI) Mau Belanja Kapal Baru
Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan pasar saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/11/2023), saham SGER tercatat berada di level Rp 1.710, merosot 6,81% dari harga perdagangan sebelumnya.
Adapun jadwal pembagian dividen saham yang direncanakan Perseroan yaitu, tanggal efektif hari ini 2 November 2023, tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 November 2023, kemudian tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 9 November 2023.
Tanggal cum dividen di pasar tunai 10 November 2023, lalu tanggal ex dividen di pasar tunai 13 November 2023, dan tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai atau recording date 10 November 2023 pukul 16.00. Sedangkan tanggal pembayaran dividen akan dilakukan pada 1 Desember 2023.
Sebelum pengumuman dividen saham, Perseroan melaporkan kinerja kuartal III-2023 dengan membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 698,68 miliar, turun dari Rp 750,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
PP Properti (PPRO) Ungkap Progres Pembangunan Apartemen 44 Lantai di Surabaya
Pada periode tersebut, Perseroan mengantongi pendapatan bersih Rp 9,52 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 7,48 triliun.
Dari sisi neraca tercatat penurunan per 30 September 2023 dibanding periode 31 Desember 2022, masing-masing Rp 2,688 triliun dari Rp 3,37 triliun.
Sedangkan posisi liabilitas tercatat turun dari Rp 2,35 triliun per 31 Desember 2022 menjadi Rp 1,35 triliun per 30 September 2023. Sedangkan jumlah ekuitas naik menjadi Rp 1,34 triliun dari Rp 1,01 triliun pada 6 bulan sebelumnya.

