Trimitra Trans (BLOG) Raup Laba Bersih Rp 77,6 Miliar di Semester I, Berikut Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) membukukan laba bersih sebesar Rp 77,6 miliar pada semester I-2026, naik 8,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Pertumbuhan ini ditopang kenaikan pendapatan bersih sebesar 14,51% (yoy) menjadi Rp 732,9 miliar.
Direktur dan Corporate Secretary Trimitra Trans (BLOG) Wanny Wijaya mengatakan, kinerja semester I-2026 merupakan hasil upaya perseroan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus mengembangkan jaringan pergudangan dan cold storage secara lebih terintegrasi.
"Kinerja Semester I-2026 merupakan hasil perseroan dalam menjaga kualitas layanan dan mengembangkan jaringan pergudangan, serta cold storage secara lebih terintegrasi," ujar Wanny dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (24/7/2026).
Baca Juga
Laba Trimitra Trans Persada (BLOG) Naik 29% di 2025, Bisnis Cold Chain Makin Kuat
Hingga 30 Juni 2026, kinerja perseroan didukung oleh pengembangan 16 fasilitas pergudangan dan cold storage yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Wanny, tahun ini menjadi fase penting bagi perseroan untuk melanjutkan integrasi layanan logistik 3PL Cold Chain secara lebih terukur.
"16 jaringan operasional kami menjadi fondasi perseroan dalam menghadirkan layanan logistik 3PL Cold Chain yang mengintegrasikan pengelolaan penyimpanan, transportasi, dan distribusi dalam satu solusi," katanya.
BLOG juga mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas cold storage baru di wilayah Jawa telah memasuki tahap penyelesaian. Fasilitas tersebut akan menambah kapasitas cold storage sekaligus memperkuat layanan distribusi pelanggan B-Log di seluruh Pulau Jawa.
Dana IPO Terserap
Selain membukukan pertumbuhan kinerja, Trimitra Trans (BLOG) juga telah merealisasikan 100% dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp 138,23 miliar.
Baca Juga
IHSG Sesi I Jatuh 1,75%, Saham Emiten Prajogo Jadi Pemberat Utama
Sebelumnya, perseroan memperoleh dana hasil IPO saham sebesar Rp 140,81 miliar yang setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp 2,58 miliar, menghasilkan dana bersih Rp 138,23 miliar.
Sesuai dengan prospektus, mayoritas dana tersebut, yakni Rp 92,61 miliar, disetorkan sebagai tambahan modal kepada anak usaha PT Simpan Sini Aja untuk membiayai pembangunan gudang pendingin di Kabupaten Tangerang, Pontianak, dan Makassar.
Sementara itu, sisa dana sebesar Rp45,61 miliar digunakan seluruhnya untuk pembelian kendaraan niaga berupa Light Truck, termasuk perlengkapan karoseri untuk tipe pendingin kering (cold dry).
