Kinerja Bank Jago (ARTO) Melesat, Target Harga Saham Dipatok hingga Rp 2.400
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan dan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) menjanjikan, seiring pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, fundamental yang kuat, serta strategi diversifikasi yang terus diperkuat. Optimisme tersebut turut tercermin dari mayoritas rekomendasi analis yang masih menyarankan buy terhadap saham ARTO dengan target harga Rp 2.400.
Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai kuatnya prospek Bank Jago (ARTO) tercermin dari pertumbuhan pesat kinerja keuangan pada pada semester I-2026 di tengah tantangan industri perbankan. Hingga Juni 2026, perseroan membukukan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 24% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 26,62 triliun, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan industri perbankan sebesar 12,67%.
Di saat yang sama, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 0,8%. "Kemampuan manajemen menjaga kualitas aset di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan menjadi pencapaian yang patut diapresiasi," ujar Aditya.
Baca Juga
Tumbuh 49%, Laba Bersih Bank Jago Tembus Rp 189 Miliar di Semester I-2026
Menurut dia, prospek pertumbuhan Bank Jago juga didukung oleh kemampuan perseroan menghimpun dana murah di tengah kompetisi likuiditas yang semakin ketat. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jago tumbuh 23% menjadi Rp27,6 triliun hingga Juni 2026, didukung penambahan hampir 3 juta nasabah baru sehingga total pengguna mencapai 20,1 juta. Sebanyak 53% DPK berasal dari dana murah atau current account and savings account (CASA).
Aditya menilai capaian tersebut cukup positif mengingat industri perbankan tengah menghadapi tekanan biaya dana akibat kenaikan BI Rate menjadi 5,75% serta persaingan penghimpunan likuiditas. "Di tengah perebutan likuiditas yang berlangsung sengit, DPK Jago justru bisa tumbuh 23% dengan proporsi CASA mencapai lebih dari 50%. Pencapaian ini menunjukkan bahwa sinergi ekosistem antara JAGO dengan sejumlah mitra strategisnya seperti GOTO, Stockbit, Bibit dan BFI Finance menunjukkan progres yang menggembirakan," katanya.
Sementara itu, Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menilai prospek pertumbuhan Bank Jago (ARTO) semakin kuat didukung sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan tidak lagi bergantung pada satu ekosistem. Kolaborasi dengan berbagai platform digital dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance, menjadi pendorong percepatan penyaluran kredit melalui strategi partnership lending.
Baca Juga
Di sisi lain, pengembangan pinjaman langsung melalui produk Jago Dana Cepat, Jago Dana Siaga, serta segmen Business Banking memperluas portofolio pembiayaan. "Dengan basis portofolio yang beragam, ruang pertumbuhan Bank Jago tetap terbuka mengingat ARTO tidak bergantung pada satu ekosistem," ujar Yosua.
Ia juga menilai pertumbuhan pembiayaan syariah sebesar 370% secara tahunan menjadi Rp331,86 miliar hingga Juni 2026 menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi bisnis Bank Jago. Menurutnya, kemampuan mengembangkan bisnis konvensional dan syariah secara bersamaan menjadi keunggulan kompetitif yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Optimisme terhadap prospek kinerja Bank Jago tercermin pada konsensus analis. Berdasarkan data Stockbit, dari 16 analis yang memantau saham ARTO, sebanyak 12 analis memberikan rekomendasi beli, empat analis memberikan rekomendasi Hold, dan tidak ada yang memberikan rekomendasi Sell.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Hari Ini, Saham Pilihan ELSA hingga MEDC
Rata-rata target harga saham ARTO berada di level Rp 1.924, dengan target terendah Rp 1.330 dan target tertinggi Rp 2.400, mencerminkan keyakinan analis terhadap prospek pertumbuhan perseroan ke depan.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan, perseroan akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis sekaligus memperluas penyaluran kredit langsung kepada nasabah melalui pembiayaan yang bertanggung jawab.
"Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Pada saat yang sama kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas," ujar Arief.
