IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound, Tiga Saham Dipimpin VKTR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/7/2026), diproyeksikan lanjutkan penguatan secara terbatas dengan rentang pergerakan support 6.100–6.130 dan resistance 6.240–6.300. Tiga saham VKTR, PADI, dan RAJA layak direkomendasikan beli hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju IHSG akan dipengaruhi aksi tunggu pemodal terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dengan konsensus memperkirakan BI Rate tetap di level 5,75%. Selain itu, investor akan menyoroti forward guidance Bank Indonesia terkait stabilitas Rupiah, inflasi, dan prospek arus modal asing.
Baca Juga
Dari global, dia mengatakan, pemodal memperhatikan keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, European Central Bank (ECB), serta rilis data perdagangan dan inflasi Jepang. Secara teknikal, IHSG akan dipengaruhi momentum jangka pendek masih positif, namun sikap wait and see menjelang keputusan bank sentral diperkirakan dapat membatasi ruang penguatan indeks.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi pergearkan Wall Street semalam yang ditutup melemah, seperti Dow Jones turun 0,59%. Penurunan juga melandas S&P500 sebanyak 0,19% dan Nasdaq melemah 0,046%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham VKTR dengan target harga Rp 730-760, PADI dengan target harga Rp 75-83, dan RAJA dengan target harga Rp 935-980.
Baca Juga
Punya Potensi Kenaikan di Akhir Juli 2026, Tak Ada Salahnya Lirik 3 Altcoin Ini
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 108 poin (1,74%) menjadi 6.340. Kenaikan sejalan dengan berlanjutnya pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 30,76 miliar atau lanjutkan posisi net buy dalam tiga hari beruntun.
Kenaikan indeks didukung atas penguatan sejumlah saham dengan penyumbang terbesar saham AMMN dengan kenaikan 6,98%, DSSA melesat 15,34%, BBRI naik 1,66%, BRMS naik 7,83%, dan BREN menguat 4,17%. Penguatan juga ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, property, teknologi, infrastruktur, dan industry.
