Penjualan Fore Kopi (FORE) Tembus Rp 1 Triliun di Semester I-2026, Laba Melesat 34%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1 triliun pada semester I-2026, naik 51,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 662,37 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin, (20/7/2026), seiring pertumbuhan penjualan tersebut, laba bersih juga ikut meningkat 34,4% menjadi Rp 56,49 miliar dari Rp 42,03 miliar pada semester I-2025.
Laba bruto FORE naik 52% menjadi Rp 622,02 miliar dari Rp 409,26 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, laba operasional melonjak 80,1% menjadi Rp 82,21 miliar dibandingkan Rp 45,64 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, total aset perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp 1,26 triliun, meningkat 8,6% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 1,16 triliun.
Total liabilitas naik 8,8% menjadi Rp 521,68 miliar dari Rp 479,58 miliar pada akhir 2025. Adapun total ekuitas tumbuh 8,4% menjadi Rp 737,69 miliar dibandingkan Rp 680,59 miliar pada 31 Desember 2025.
Sementara itu, kas dan bank tercatat sebesar Rp 263,96 miliar, turun dari Rp 327,53 miliar pada akhir 2025 seiring penggunaan dana untuk operasional dan ekspansi.
Baca Juga
Fore Kopi (FORE) Lanjutkan Ekspansi Gerai hingga Diversifikasi Bisnis
Realisasi Dana IPO
Perseroan sebelumnya juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per 30 Juni 2026 yang dirilis 15 Juli 2026 lalu.
Direktur FORE Tjhong Pie Chen mengatakan Perseroan memperoleh dana bruto IPO sebesar Rp 353,4 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi Rp 16,2 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp 337,19 miliar.
Hingga 30 Juni 2026, Perseroan telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp 166,71 miliar, terdiri atas Rp 155,71 miliar untuk ekspansi outlet baru dan Rp 11 miliar sebagai setoran modal kepada entitas anak.
Dengan demikian, sisa dana IPO yang belum digunakan sebesar Rp 170,48 miliar masih ditempatkan pada tabungan giro Bank Mandiri dengan bunga 0,4%-5% per tahun dan direncanakan digunakan dalam enam bulan ke depan atau hingga akhir 2026.
