Di Tengah Pelemahan Bursa Asia, IHSG Melesat 0,67% Pagi Ini Berkat Reli Saham Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/7/2026), berhasil torehkan kenaikan lebih dari 40 poin (0,67%) menjadi 6.078 hanya dalam sejam transaksi. Pasar saham Indonesia torehkan penguatan di tengah penurunan hampir seluruh apsar saham Asia.
Kenaikan tersebut ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi naik 1,79%, sektor material dasar naik 1,56%, sektor konsumer primer 3%, sektor industry 0,50%, sektor infrastruktur 1,77%, sektor property 1,41%. Satu-satunya pelemahan melanda saham sektor keuangan.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Melemah, Sentimen Trump dan The Fed Tekan Harga
Kenaikan tersebut ditopang lompatan sejumlah saham big cap, seperti saham BREN melesat 5,88%, INDY naik 8,13%, INCO menguat 4,64%, TPIA naik 5,29%, ENRGI naik 11,16%, hignga saham CUAN naik 3,13%.
Adapun saham dengan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PRDL naik 25% menjadi Rp 340, AGAR naik 25% menjadi Rp 260, dan BRNA naik 24,78% menjadi Rp 705. Meski tak ARA, saham VKTR, ATAP, dan ISEA catatkan lompatan harga yang mengesankan lebih dari 15%.
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 113,48 poin (1,92%) menjadi 6.037,84 dengan Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 437,67 miliar.
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Diprediksi Cetak Laba US$ 239 Juta di 2026, Bagaimana Target Harga Sahamnya?
Penguatan ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 2,96%, energi 2,66%, industry 2,44%, konsumer primer 1,99%, keuangan 1,56%, sektor infrastruktur 1,57%. Sebaliknya penurunan tipis melanda saham sektor konsumer primer dan kesehatan.
Kenaikan indeks juga didukung lompatan saham emiten big bank, seperti BMRI naik 4,17%, BBNI naik 3,22%, BBRI 2,87%, dan BBCA naik 0,81%. Lompatan juga didukung penguatan pesat saham AMMN, BRPT, TPIA, EMAS, dan emiten Prajogo Pangestu lainnya.
