Abadi Lestari (RLCO) Realisasikan 57,6% Dana IPO, Rp57,74 Miliar Dialokasikan untuk Pengadaan Bahan Baku
JAKARTA, investortrust.id – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah merealisasikan 57,6% dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham hingga 30 Juni 2026. Perseroan menggunakan dana sebesar Rp 57,74 miliar dari total dana bersih IPO sebesar Rp 100,23 miliar.
Direktur Utama Abadi Lestari (RLCO) Edwin Pranata mengatakan, seluruh realisasi penggunaan dana tersebut telah sesuai dengan rencana yang disampaikan dalam prospektus.
Baca Juga
Biaya Spektrum Turun, Prospek Saham ISAT, EXCL, dan TLKM Makin Cerah, Ini Target Harganya
Dana hasil IPO saham digunakan untuk mendukung pengadaan persediaan atau pembelian bahan baku melalui PT Realfood Winta Asia sebagai entitas anak perseroan. Penggunaannya dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan operasional dan tahapan implementasi yang telah direncanakan guna mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
"Kami berkomitmen mengelola dana hasil IPO secara disiplin, efektif, dan bertanggung jawab. Setiap realisasi penggunaan dana dilakukan berdasarkan roadmap bisnis yang telah ditetapkan hingga 2027 sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," ujar Edwin, Senin (13/7/2026).
Baca Juga
Laba Abadi Lestari (RLCO) Melonjak Lebih dari 325% di 2025, Tembus Segini
Hingga akhir Juni 2026, RLCO masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp 42,49 miliar. Dana tersebut ditempatkan pada rekening giro perseroan untuk menjaga likuiditas dan akan direalisasikan secara bertahap sesuai target penggunaan dana hingga 2027.
Direktur Abadi Lestari (RLCO) Dwiadi Prastian Hadi mengatakan, realisasi penggunaan dana hingga semester I-2026 tidak mengalami perubahan dari alokasi yang telah disampaikan kepada publik.
"Sisa dana tetap ditempatkan pada rekening giro perseroan untuk menjaga fleksibilitas dan likuiditas sehingga siap digunakan sesuai tahapan implementasi. Hingga saat ini tidak terdapat perubahan maupun deviasi terhadap rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus," kata Dwiadi.
