Bitcoin Berpeluang Capai Kapitalisasi US$ 10 Triliun, Regulasi AS Jadi Katalis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin diproyeksikan memasuki fase kenaikan signifikan apabila kepastian regulasi aset digital di Amerika Serikat terealisasi. Sejumlah analis menilai masuknya investor institusi secara masif berpotensi mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin hingga mencapai US$10 triliun dalam beberapa tahun mendatang.
Mantan Kepala Global Risk Credit Suisse yang kini memimpin dana lindung nilai kripto ZX Squared Capital, CK Zheng, mengatakan investor institusi masih menunggu kejelasan regulasi sebelum meningkatkan eksposur mereka terhadap aset kripto.
"Institusi besar masih berada di pinggir lapangan sambil menunggu aturan regulasi yang jelas," ujar Zheng dilansir dari Forbes, Senin (13/7/2026).
Baca Juga
Institusi Makin Agresif, Morgan Stanley Tambah Bitcoin US$ 13,2 Juta
Menurut dia, Amerika Serikat berpotensi menjadi pusat industri aset digital apabila kerangka regulasi yang komprehensif segera diterapkan. Sentimen tersebut semakin menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan dukungannya terhadap pengembangan industri kripto.
Melalui akun Truth Social, Trump menyatakan pemerintahannya akan membangun kerangka pasar aset digital yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri.
Di sisi lain, peluang pengesahan Clarity Act, rancangan undang-undang yang diharapkan menjadi dasar regulasi pasar aset digital di Amerika Serikat, masih menghadapi ketidakpastian. Berdasarkan data platform prediksi Polymarket, peluang pengesahan regulasi tersebut pada tahun ini turun menjadi sekitar 46%, dari sebelumnya lebih dari 70% pada Mei.
Sebelumnya, pembahasan Clarity Act sempat mengalami hambatan setelah mendapat kritik dari sejumlah pelaku industri, termasuk CEO Coinbase Brian Armstrong, yang menilai rancangan sebelumnya justru berpotensi membatasi perkembangan aset digital, khususnya stablecoin.
Baca Juga
Faktor Ini Membuat Standard Chartered Pertahankan Target Harga Bitcoin US$ 100.000 pada Akhir 2026
Meski demikian, prospek jangka panjang Bitcoin tetap dinilai positif. Analis Bernstein memperkirakan harga Bitcoin dapat mencapai US$200.000 pada 2025, meningkat menjadi US$500.000 pada 2029, dan menembus US$1 juta pada 2033.
Pada level harga US$500.000 per Bitcoin, kapitalisasi pasar aset kripto terbesar tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$10 triliun.
Bernstein menilai proyeksi tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan investor institusi melalui produk exchange traded fund (ETF) Bitcoin yang dikelola manajer aset global, di tengah pasokan Bitcoin yang semakin terbatas setelah peristiwa halving.
Dalam laporannya, Bernstein memperkirakan nilai aset kelolaan (asset under management/AUM) ETF Bitcoin dapat meningkat menjadi sekitar US$190 miliar pada 2025, dibandingkan sekitar US$60 miliar saat ini. Kombinasi lonjakan permintaan dan terbatasnya pasokan dinilai berpotensi menciptakan tekanan kenaikan harga yang semakin kuat dalam jangka panjang.
