BI Tahan Bunga, Saham BBNI, ERAA, dan ADRO Berpeluang Cuan
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, antara lain untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup bagus, yang hingga tahun depan diperkirakan masih mengalahkan Tiongkok. Dari global, investor menantikan pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, di tengah prediksi Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga 1 kali pada September mendatang dan tidak tertutup kemungkinan masih akan melakukannya lagi tahun ini.
Sejumlah analis pasar modal merekomendasikan saham-saham pilihan hari ini, antara lain saham bank BUMN BBNI, emiten pertambangan ADRO, dan distributor elektronik ERAA. “Investor bisa mencermati saham BBNI, spec buy dengan support di Rp 9.100, cut loss jika break di bawah Rp 9050. Jika tidak break di bawah Rp 9.050, potensi naik ke Rp 9.200-9.250 short term,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam keterangan Jumat (25/08/2023) pagi.
Fanny menjelaskan, ADRO spec buy dengan support di Rp 2.630, cut loss jika break di bawah Rp 2.600. Jika tidak break di bawah Rp 2.600, potensi naik ke Rp 2.700-2.770 short term.
Sementara itu, analis teknikal dengan spesialisasi elliott wave dari MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana merekomendasikan saham unicorn BUKA, ERAA, serta produsen pulp dan kertas INKP. “BUKA spec buy. Kemarin, harga sahamnya ditutup Rp 230, BUKA sedang berada pada bagian dari wave iii dari (a) dari [iii]. Untuk ERAA dan INKP buy on weakness,” katanya, Jumat (25/08/2023) pagi.
Sedangkan untuk ESSA, ia merekomendasikan sell on strength. Saham perusahaan di bidang energi dan kimia ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].
Wall Street Terjungkal
Pria yang akrab disapa Didit itu menuturkan, kemarin, IHSG di BEI terkoreksi 0,3% ke 6.899, disertai munculnya volume penjualan. “Meskipun sedang berada di awal wave v dari wave (a) pada label merah, namun tidak menutup kemungkinan adanya lanjutan koreksi pada IHSG yang diperkirakan akan menguji 6.878-6.895. Namun, selama masih mampu berada di atas 6.855 sebagai support terdekatnya, maka IHSG masih berpeluang berbalik arah menguji 6.966-7.013,” paparnya.
Di bursa Wall Street, Indeks Dow Jones Industrial tergerus 373,56 poin atau 1,08%, ditutup di 34.099,42 pada Kamis (24/8/2023) waktu AS atau Jumat (25/8/2023) WIB. Indeks S&P 500 kehilangan 1,35% dan mengakhiri perdagangan di posisi 4.376,31. Komposit Nasdaq yang sarat saham teknologi juga anjlok 1,87% menjadi 13.463,97. Perdagangan Kamis menandai hari terburuk bagi Dow sejak Maret lalu, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq mengalami kerugian satu hari terbesar sejak 2 Agustus 2023.
