Upbit Indonesia Perluas Literasi Blockchain dan Web3 Lewat Edukasi di Ambon
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Upbit Indonesia memperluas upaya pengembangan talenta digital dan literasi aset digital dengan menggandeng BlockDevId serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Keuangan dan Teknologi Blockchain serta Workshop Pengembangan Smart Contract di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 tersebut diikuti sekitar 120 mahasiswa dan peserta umum sebagai bagian dari upaya memperluas literasi aset digital sekaligus mencetak talenta blockchain di kawasan Indonesia timur.
Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia Resna Raniadi mengatakan, perkembangan teknologi blockchain dan Web3 membuka peluang besar bagi talenta digital Indonesia. Karena itu, pemerataan akses edukasi menjadi faktor penting agar potensi sumber daya manusia di berbagai daerah dapat berkembang.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekonomi digital di kawasan. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh talenta yang memahami teknologi blockchain dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Karena itu, kami percaya bahwa edukasi harus dapat diakses secara lebih merata, termasuk oleh mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia," ujar Resna dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Web3 Education Center di Universitas Kristen Petra
Seminar dibuka oleh Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady. Dalam kegiatan tersebut, OJK memberikan materi mengenai pentingnya perlindungan konsumen di ekosistem aset keuangan digital, sementara Upbit Indonesia membahas perkembangan industri aset digital, teknologi blockchain, serta peluang karier di era Web3.
Resna menegaskan, edukasi menjadi fondasi penting sebelum masyarakat berinvestasi pada aset kripto. Menurutnya, keputusan investasi harus didasarkan pada pemahaman terhadap manfaat dan risiko, bukan sekadar mengikuti tren.
"Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peluang sekaligus risiko. Keputusan investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman yang cukup, bukan sekadar mengikuti tren atau informasi yang sedang viral," katanya.
Ia juga menilai kebutuhan sumber daya manusia di industri blockchain kini semakin beragam. Tidak hanya pengembang (developer), tetapi juga tenaga profesional di bidang kepatuhan (compliance), manajemen risiko, keamanan siber, analis bisnis, pemasaran digital, hingga pengembangan komunitas.
Pada hari kedua, peserta mengikuti workshop pengembangan smart contract yang memberikan pengalaman praktik mulai dari memahami konsep blockchain, membuat dompet digital (Web3 wallet), hingga mengembangkan aplikasi sederhana berbasis smart contract menggunakan bahasa pemrograman Solidity.
Baca Juga
Sambut Bulan Literasi Kripto 2026, Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Kripto
Menurut Resna, edukasi blockchain tidak hanya bertujuan memperkenalkan aset digital sebagai instrumen investasi, tetapi juga membuka peluang karier di sektor teknologi yang terus berkembang.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan industri yang sehat harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, Upbit Indonesia akan terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan edukasi yang lebih inklusif, sehingga semakin banyak talenta muda Indonesia yang siap mengambil peran dalam membangun ekosistem blockchain yang inovatif dan bertanggung jawab," tutup Resna.
