IHSG Ditutup Berbalik Naik 40 Poin, Saham LAPD dan NTBK Cetak ARA Lebih dari 34%
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/7/2026), ditutup berbalik menguat 40,29 poin (0,69%) menjadi 6.916, berbanding terbalik dengan sesi I yang mengalami pelemahan. Rentang pergerakan 5.857-8.935 dengan nilai transaksi Rp 8,52 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti saham BBRI, BBCA, TPIA, DCII, dan BRIS. Kenaikan juga ditopang penguatan saham BREN, BBRI, dan BMRI.
Baca Juga
Penjualan SIG (SMGR) Naik 4,4% hingga Mei 2026, Ditopang Pasar Ini
Adapun sektor saham penopang IHSG hari ini datang dari penguatan saham sektor consumer primer 1,26%, sektor energi 0,92%, sektor material dasar 0,51%, sektor keuangan 0,56%, sektor teknologi 0,92%, dan sektor industry 0,30%. Sisanya mencatatkan penurunan tipis.
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LAPD naik sebanyak 34,48% menjadi 78, NTBK naik 34% menjadi Rp 67, YUPI naik 24,90% menjadi Rp 1.530, dan SKBM naik 24,42% menjadi Rp 535. Meskti tak ARA, BELL melambung 27,08% menjadi Rp 122 dan ERTX menguat 21,97% menjadi Rp 161.
Baca Juga
Prabowo Sebut Pertemuan dengan PM Wong Tunjukkan Hubungan Istimewa RI-Singapura
Pekan lalu, IHSG ditutup lanjutkan penurunan sebanyak 0,35% menjadi 5.875, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pelemahan mencapai 4,55%. Meski demikian sejumlah sektor saham berhasil catatkan penguatan pesat pekan ini, yaitu saham sektor industry naik 4,86%. Kenaikan juga melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor material dasar 0,78%, sektor transportasi 1,17%, dan sektor property 0,90%. Sebaliknya saham sektorkeuangan, consumer primer, dan kesehatan masih melemah.
Kenaikan indeks pekan lalu juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti AMMN naik 4,79%, DCII naik 4,27%, ANTM menguat 8,12%, IMPC naik 10,22%, dan UNTR menguat 6,19%. Begitu juga dengan BREN naik 149%. Meski penurunan IHSG BEI melambat pekan ini, kinerja BEI masih terburuk di Asean.
Investor asing terpantau masih agresif merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 2,73 triliun sepanjang pekan lalu. Net sell terbanyak datang dari saham BBRI mencapai Rp 1,07 triliun, BBCA senilai Rp 655,25 miliar, dan BMRI mencapai Rp 363,17 miliar.
