IHSG Dibuka Naik Didorong Saham Sektor Material Dasar
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/7/2026), dibuka menguat 27 poin (0,32%) menjadi 5.891. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan pasar Asia yang bergerak fluktuatif.
Kenaikan ditopang penguatna seumlah sektor saham, seperti material dasar, energi, consumer non primer, consumer primer, property, teknologi, dan infrastruktur. Sebaliknya saham keuangan, industry, dan kesehatan turun tipis.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada BUMI hingga TINS
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat pagi ini, yaitu saham ESTA menguat 18,89% menjadi 212, YUPI naik 12,65% menjadi Rp 1.380, dan COCO naik 10$ menjadi Rp 320.
Pekan lalu, IHSG ditutup lanjutkan penurunan sebanyak 0,35% menjadi 5.875, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pelemahan mencapai 4,55%. Meski demikian sejumlah sektor saham berhasil catatkan penguatan pesat pekan ini, yaitu saham sektor industry naik 4,86%. Kenaikan juga melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor material dasar 0,78%, sektor transportasi 1,17%, dan sektor property 0,90%. Sebaliknya saham sektorkeuangan, consumer primer, dan kesehatan masih melemah.
Baca Juga
Lelang Spektrum Jadi Katalis, Intip Peluang Kinerja dan Target Saham XLSmart (EXCL) Ini
Kenaikan indeks pekan lalu juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti AMMN naik 4,79%, DCII naik 4,27%, ANTM menguat 8,12%, IMPC naik 10,22%, dan UNTR menguat 6,19%. Begitu juga dengan BREN naik 149%. Meski penurunan IHSG BEI melambat pekan ini, kinerja BEI masih terburuk di Asean.
Investor asing terpantau masih agresif merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 2,73 triliun sepanjang pekan lalu. Net sell terbanyak datang dari saham BBRI mencapai Rp 1,07 triliun, BBCA senilai Rp 655,25 miliar, dan BMRI mencapai Rp 363,17 miliar.
