Indosat (ISAT) dan Arsari Bentuk IFT, Dana Rp11,7 Triliun Difokuskan untuk Investasi 5G dan AI
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) bersama Arsari Group resmi membentuk PT Infra Fiber Teknologi (IFT) sebagai platform infrastruktur fiber digital independen berbasis open access. Pendirian IFT menandai rampungnya transaksi strategis yang menghasilkan dana bruto sekitar Rp 11,7 triliun bagi Grup Indosat.
Perseroan menyatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat bisnis inti, dengan fokus pada pengembangan konektivitas, percepatan implementasi jaringan 5G, serta pengembangan layanan digital untuk mendukung era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Baca Juga
Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Lolos Seleksi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Pembentukan IFT juga menandai selesainya transaksi yang diawali melalui Perjanjian Investasi pada Desember 2025. Setelah transaksi rampung, Indosat bersama PT Aplikanusa Lintasarta secara kolektif memiliki 49,9% saham di PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.
Sebagai platform independen, IFT akan mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber yang mencakup backbone, kabel bawah laut domestik, dan jaringan akses. Dengan model open access, IFT akan menyediakan layanan bagi operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, serta penyedia layanan digital.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pembentukan IFT merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memperluas manfaat transformasi digital di Indonesia.
Baca Juga
Kemenkomdigi Siapkan Lelang 3 Frekuensi 5G, 'Open Access' Siap Jadi Andalan
"Tujuan utama kami untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi tidak pernah berubah. Kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen tersebut," ujar Vikram dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Menurut Vikram, IFT akan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access guna memperluas pemanfaatan AI, layanan cloud, dan layanan digital generasi berikutnya.
"Kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat. Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," katanya.
Baca Juga
OJK: Saham Bukan Judi, Didukung Fatwa DSN-MUI dan Sistem Syariah
Sementara itu, Deputy CEO & COO Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo mengatakan, pembangunan infrastruktur digital harus mampu menciptakan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat.
Menurutnya, IFT dipimpin oleh jajaran yang berpengalaman dalam membangun dan mengelola infrastruktur berskala besar. "Daya saing sebuah bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," ujar Aryo.
