Merger Anak Usaha, Mitratel (MTEL) Siapkan Buyback Saham hingga Rp 2,98 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menyiapkan dana maksimal Rp 2,98 triliun untuk pembelian kembali (buyback) saham milik pemegang saham yang tidak menyetujui rencana penggabungan usaha.
Buyback inimerupakan tindak lanjut atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026, yang menyetujui rencana penggabungan usaha MTEL dengan PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT).
Baca Juga
Dividen Mitratel (MTEL) Capai 98% Laba, Analis Nilai Dividend Yield Atraktif
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/7/2026), disebutkan bahwa MTEL menetapkan harga pembelian kembali sebesar Rp 515 per saham. Harga tersebut jauh di atas harga penutupan saham MTEL kemarin level Rp 494.
Mitratel (MTEL) mengungkap jumlah maksimum saham yang dapat dibeli kembali mencapai 5,78 miliar atau setara 6,93% dari modal ditempatkan. Dengan harga buyback Rp 515 per saham, nilai maksimum pembelian kembali sekitar Rp2,98 triliun.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 2,45%, Analis Ungkap Sejumlah Faktor Pendongkrak Ini
Jumlah tersebut telah memperhitungkan saham treasuri yang saat ini dimiliki perseroan. Berdasarkan daftar pemegang saham per 31 Mei 2026, MTEL memiliki 83,56 miliar saham yang telah diterbitkan. Adapun, pada tanggal keterbukaan informasi ini, MTEL tercatat memiliki 2,57 miliar saham treasuri atau setara 3,08% dari modal ditempatkan.
Perseroan menetapkan periode penyampaian formulir pernyataan menjual saham bagi pemegang saham yang tidak menyetujui penggabungan usaha berlangsung pada 3–10 Juli 2026.
