IHSG Sesi I Melesat 2,45%, Analis Ungkap Sejumlah Faktor Pendongkrak Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Hingga penutupan sesi I, kenaikan telah mencapai 141 poin (2,46%) menjadi 5.886 dengan net buy saham senilai Rp 7,7 miliar oleh pemodal asing, sekaligus memperpanjang reli selama tiga hari berturut-turut.
Penguatan ini didukung kenaikan mayoritas saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BREN anik 8,31%, BBCA menguat 4,31%, AMMN naik 7,41%, BMRI menguat 2,56%, EMAS naik 3,98%, dan DSSA naik 6,21%. Adapun sektor utama pendorong adalah material dasar naik 3,80% dan industry 3,20%.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai bahwa penguatan IHSG dalam tiga hari beruntun masih dalam fase rebound jangka pendek, mengingat tren utama indeks masih menunjukkan pelemahan.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melambung 2,46%, Saham BREN, BBCA hingga DSSA Jadi Penopang
"Sedangkan dari sisi tren, IHSG masih berada di fase downtrend-nya dan kami memperkirakan penguatan IHSG selama tiga hari ini masih berada pada fase rebound dalam jangka pendek," ujar Herditya kepada investortrust.id, Jumat (3/7/2026).
Menurut Herditya, penguatan IHSG didorong oleh mayoritas bursa saham Asia yang bergerak menguat. Selain itu, nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp 17.996 per dolar AS serta kenaikan harga emas dunia turut menjadi katalis positif, terutama bagi emiten yang memiliki korelasi dengan harga emas.
Sementara itu, pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan reli IHSG didukung kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi global, membaiknya sentimen pasar dipicu oleh meredanya kekhawatiran terhadap negosiasi tarif dagang Amerika Serikat dengan sejumlah negara, sehingga kembali meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Di dalam negeri, penurunan harga Pertamax Turbo serta keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik pada periode Juli–September 2026 dinilai membantu menjaga ekspektasi inflasi dan daya beli masyarakat.
Baca Juga
Saham Perbankan Menarik! BRI Danareksa Tetapkan BBCA dan BTPS Jadi Pilihan Teratas
Selain itu, aliran dana yang masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan yang sebelumnya mengalami koreksi tajam, turut menopang kenaikan IHSG.
Meski demikian, Elandry mengingatkan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tren pelemahan IHSG telah berakhir. “Keberlanjutan penguatan IHSG masih bergantung pada perkembangan negosiasi tarif global, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta musim rilis kinerja emiten kuartal II,” tulisnya.
Selama sentimen tersebut tetap kondusif dan foreign flow terus membaik, dia menutupakn, peluang IHSG melanjutkan penguatan masih terbuka, meski potensi profit taking jangka pendek tetap perlu diantisipasi," ujar Elandry.
