Telkom Akses Bangun Laboratorium Fiber Optik di Wilayah 3T, Tingkatkan Kompetensi 1.400 Siswa SMK
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Akses memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Fiber Academy. Program tersebut diwujudkan dengan peresmian Laboratorium Fiber Optik (FO) SMK 3T di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Peresmian yang berlangsung secara hybrid pada 26 Juni 2026 itu juga terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Program ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Telkom Akses dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah 3T.
Baca Juga
Pemerintah Luncurkan Sistem Perdagangan Karbon, Potensi Transaksi Capai Rp 5 Triliun
Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses Nizar mengatakan, dunia industri memiliki tanggung jawab untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan," ujar Nizar.
Program bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp100 juta tersebut dilaksanakan selama enam bulan dengan sasaran tiga sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.
Dalam program tersebut, para guru mengikuti pelatihan intensif selama lima hari yang mencakup materi konsep dasar fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network (IODN), instalasi jaringan akses, penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan serat optik. Seluruh peserta memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3 sebagai bekal untuk mentransfer kompetensi kepada para siswa.
Baca Juga
Telkom Perkuat Tata Kelola Lewat Executive Session untuk Tingkatkan Kepatuhan Regulasi
Selain pelatihan, Telkom Akses juga membangun laboratorium praktik fiber optik yang dilengkapi berbagai perangkat simulasi, seperti Joint Closure, Optical Distribution Point (ODP), tiang beserta aksesorinya, hingga papan simulasi rumah pelanggan. Laboratorium tersebut dirancang oleh Fiber Academy Telkom Akses melalui kolaborasi berbagai unit perusahaan.
Nizar berharap program CSR Fiber Academy dapat melahirkan lebih banyak talenta digital dari berbagai daerah di Indonesia. "Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan melalui penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi. Dengan demikian, semakin banyak talenta dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan industri digital nasional," kata Nizar.
Program CSR Fiber Academy diperkirakan memberikan manfaat kepada lebih dari 1.400 siswa di tiga SMK penerima manfaat. Selain memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih representatif, para siswa juga berkesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STO Telkom terdekat selama maksimal enam bulan.
