IHSG Menguat Dua Hari Beruntun, Analis: Downtrend Belum Berakhir!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Meski demikian, penguatan tersebut dinilai belum menandai berakhirnya tren penurunan, melainkan masih sebatas rebound jangka pendek.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, IHSG ditutup menguat 49,44 poin (0,87%) menjadi 5.744. Bahkan, IHSG intraday sesi I sempat melambung lebih dari 111 poin (1,9%) ke level 5.806. Penguatan terdorong saham sektor material dasar hingga perbankan.
Baca Juga
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana atau Didit mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG masih berada dalam fase downtrend. "Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG masih berada di fase downtrend-nya dan penguatan dua hari ini diperkirakan merupakan rebound jangka pendek," kata Didit kepada investortrust.id, Kamis (2/7/2026).
Pandangan serupa disampaikan Investment Specialist KISI Sekuritas Azharys Hardian. Menurutnya, penguatan IHSG dalam dua hari terakhir didorong oleh rilis data inflasi domestik yang solid serta laporan S&P Midyear Outlook yang mempertahankan proyeksi stabil bagi Indonesia dengan BICRA Grup 5 dan implied anchor "bbb-", setara dengan India.
Meski demikian, Azharys menilai fase rebound tersebut masih relatif rapuh, karena belum didukung oleh peningkatan nilai transaksi di pasar. Kondisi itu menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan belum melakukan akumulasi dalam jumlah besar.
Baca Juga
Laba 4 Bank Besar Tembus Rp 78,5 Triliun hingga Mei 2026, Prospek Saham Menarik!
"Kendati demikian, fase rebound ini dinilai masih relatif rapuh karena nilai transaksi harian di bursa terpantau cukup sepi, mengindikasikan pelaku pasar masih cenderung bersikap hati-hati dan belum melakukan akumulasi besar-besaran," ujar Azharys.
Di sisi lain, Azharys melihat, mulai muncul sinyal teknikal yang menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Hal itu tercermin dari pergerakan IHSG yang sudah tidak lagi membentuk posisi terendah baru (lower low).
"Fakta bahwa IHSG sudah tidak lagi membentuk posisi terendah baru (lower low) menjadi sinyal awal yang cukup menarik bahwa tekanan jual ekstrem mulai mereda dan indeks sedang mencoba membangun fondasi support baru yang lebih kokoh," tutur Azharys.
