Pendapatan Dian Swastatika (DSSA) Turun 6%, Laba Bersih Tinggal Segini di Kuartal I-2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, saham DSSA telah mengalami penurunan parah sepanjang semester I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin disebutkan bahwa pendapatan usaha DSSA mencapai US$ 693,24 juta pada tiga bulan pertama 2026, turun dari US$ 737,55 juta pada kuartal I-2025.
Baca Juga
Dharma Henwa (DEWA) Raih Kontrak Jasa Tambang Jumbo Rp 22 Triliun, Positif bagi Keuangan
Seiring penurunan pendapatan, beban pokok penjualan juga turun menjadi US$ 446,27 juta dari US$ 449,87 juta. Meski demikian, laba kotor tetap menyusut menjadi US$ 246,97 juta, dibandingkan US$ 287,68 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga mencatatkan penurunan beban usaha, namun tetap tak bisa mengangkat laba usaha dari penurunan menjadi US$ 116,80 juta, dibandingkan US$149,51 juta pada kuartal I-2025.
Sementara itu, penghasilan lain-lain bersih meningkat menjadi US$29,36 juta dari US$20,99 juta. Kenaikan tersebut ditopang oleh pendapatan bunga sebesar US$ 18,76 juta, ekuitas laba bersih investasi US$15,42 juta, keuntungan selisih kurs mata uang asing sebesar US$6,82 juta, serta penghasilan lain-lain bersih US$ 8,96 juta. Di sisi lain, beban bunga dan keuangan tercatat US$20,60 juta.
Baca Juga
Intip Prospek Saham United Tractors (UNTR) di Tengah Peluang Revisi RKAB Batu Bara
Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak mencapai US$146,16 juta, turun dari US$170,50 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba periode berjalan Dian Swastatika (DSSA) tercatat sebesar US$118,46 juta pada kuartal I-2026, turun dibandingkan US$135,06 juta pada kuartal I-2025.
Adapun harga saham emiten yang dikendalikan Sinarmas ini telah turun tajam hampir 80% menjadi Rp 800 sepanjang semester I-2026. Penurunan dipicu didepaknya saham ini dari daftar MSCI dan masuknnya saham DSSA dalam daftar konsentrasi tinggi atau HSC.
