Lewat Cara Ini, OJK Genjot Transaksi Bursa Karbon RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan aktivitas perdagangan bursa karbon di Indonesia melalui penguatan pasokan unit karbon yang dapat diperdagangkan. Langkah itu dilakukan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek karbon baru yang diharapkan dapat memperbesar transaksi di pasar karbon domestik.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, perkembangan bursa karbon memang tak dapat dilakukan secara instan. Meski begitu, perkembangan bursa karbon Indonesia sejauh ini tergolong cukup baik jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain yang masih berada pada tahap pengembangan.
“Karena kalau kita lihat, memang tidak mudah develop ini, tapi kalau dibandingkan dengan beberapa bursa lain, kita sebenarnya cukup baik ya,” ujarnya, di sela-sela Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026, di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga
OJK Percepat Revisi Aturan POJK Perdagangan Bursa Karbon, Ditargetkan Rampung Juli 2026
Untuk mempercepat pertumbuhan pasar karbon, OJK bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan melalui program Satu Karsa. Program tersebut ditujukan untuk menghasilkan lebih banyak proyek karbon yang nantinya dapat dihitung karbonnya dan diperdagangkan di bursa karbon Indonesia.
“Nanti mungkin di awal bulan Juli kita akan launch bersama, di mana nanti akan beberapa project yang juga nanti akan dihitung unit karbonnya yang bisa diperdagangkan di bursa,” kata Friderica.
“Jadi kita dukung dari mulai primary market-nya kepada secondary market-nya supaya pasar karbon Indonesia semakin maju dan berkembang,” sambungnya.
Data OJK mencatat, sejak diluncurkan pada 2023, Bursa Karbon Indonesia telah membukukan transaksi sekitar 1,98 juta ton CO2 atau senilai Rp 93,76 miliar.

