CCS Disebut Jadi Cara Paling Efektif Turunkan Emisi Karbon dan Genjot Perekonomian
JAKARTA, investortrust.id - Chief of Infographic Sub Committee Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2024, Hendra Halim menyebut, penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture Storage (CCS) menjadi cara yang paling efektif dalam menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan perekonomian.
Berdasarkan data yang diungkap dalam Infografik, Hendra memaparkan bahwa CCS dapat memberikan peningkatan produk domestik bruto (PDB) yang signifikan, yaitu sekitar US$ 478 miliar dan membuka lebih dari 53.000 lapangan pekerjaan hingga 2050.
“Setiap 1 juta ton karbon yang ditangkap melalui CCS dapat menciptakan nilai ekonomi hingga Rp 4 triliun dan menambah kurang lebih 1.000 lapangan pekerjaan,” kata Hendra dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (27/6/2024).
Hendra menerangkan bahwa saat ini Indonesia berpotensi menjadi pemimpin di regional dalam rangka penerapan teknologi CCS. Untuk itu, dia mengharapkan agar seluruh pihak di Indonesia tidak lagi hanya bersikap wait and see.
Baca Juga
“Jangan sampai ide yang berasal dari Indonesia justru disalip oleh negara lain. Sebab, ada negara tetangga yang sudah lebih siap dalam implementasi CCS, yaitu Malaysia,” ujar dia.
Lebih lanjut Hendra menerangkan bahwa Indonesia diberkahi keuntungan secara geologis dengan adanya banyak lokasi penyimpanan karbon dan industri migas yang sudah berpengalaman. Dia meyakini Indonesia dapat menjadi CCS Hub di regional.
Kendati demikian, hal tersebut disebutnya membutuhkan kolaborasi yang tepat antara pemerintah dan industri migas. Menurutnya, ada empat prioritas utama yang dibutuhkan dalam kolaborasi ini.
“Yang pertama yaitu peraturan pelaksana CCS yang komprehensif, perjanjian lintas batas CO2, harga karbon, dan insentif CCS. Pemerintah harus fokus pada kemudahan berbisnis, kepercayaan investor, dan kepercayaan pemangku kepentingan,” jelas Hendra.
Baca Juga
Pertamina, KNOC, dan ExxonMobil Jalin Kerja Sama Pengembangan CCS
Sementara itu, Direktur Eksekutif IPA Convex 2024, Marjolijn Wajong mengatakan, teknologi CCS menjadi pilihan yang wajib dipertimbangkan demi keberlanjutan pasokan energi di masa mendatang. Namun, di saat yang sama industri hulu migas juga dituntut untuk dapat mengurangi emisi karbon.
“Dengan kebijakan dan peraturan yang mendukung, pada masa transisi energi saat ini industri migas akan menerapkan CCS untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung target Net Zero Emission (NZE),” ucap Marjolijn Wajong.

