Investor Asing Lepas Saham Rp 73,6 Triliun Sepanjang Semester I-2026, BBCA Jadi Target Utama
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,04 triliun, seiring dengan kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6/2026), sebanyak 177,6 poin (3,05%) menjadi 5.643.
Dengan demikian total penjualan bersih (net sell) saham di BEI sepanjang semester I-2026 telah mencapai Rp 73,60 triliun. Net sell ini sejalan dengan penurunan mencapai 34,73% dari penutupan akhir 2025 level 8.646 menjadi 5.643.
Baca Juga
OJK Bantah Indonesia 'Digantung' MSCI, Ini Penjelasan Hasan Fawzi
Adapun net sell saham terbanyak hari ini disumbangkan big bank berikut, yaitu saham BBCA seniali Rp 766,36 miliar, BBRI mencapai Rp 225,71 miliar, BMRI mencapai Rp 157,70 miliar, ASII senilai Rp 88,63 miliar, dan AADI senilai Rp 59,36 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda saham TPIA senilai Rp 87,32 miliar, CASA mencapai Rp 57,23 miliar, AMMN senilai Rp 50,36 miliar, APIC mencapai Rp 45,65 miliar, dan ANTM sebanyak Rp 44,97 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 5,54%, sektor energi 3,51%, sektor infrastruktur 2.22%, sektor keuangan 1,89%, sektor properti 2,68%, dan sektor konsumer primer 2,79%.
Baca Juga
Semester I Kelam, IHSG Ambles 34,73% Disertai Kejatuhaan Saham Big Caps dan Net Sell Asing
Kejatuhan IHSG juga dipicu atas pelemahan saham big cap, seperti saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Tekanan jual juga datang dari saham konglomerasi Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CUAN, hingga CDIA. Penurunan juga melanda saham emas, EMAS, AMMN, dan BRMS.
Meski IHSG jatuh dalam, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham PEGE mengaut 34,29% menjadi Rp 141, AYLS naik 27,54% menjadi Rp 176, BOBA naik 21,95% menjadi Rp 300, ESTA menguat 19,54% menjadi rp 208, dan ELPI naik 15,56% menjadi Rp 1.300.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 75,34 poin (1,28%) menjadi 5.820,79 disertai dengan penjualan bersih atau net sell saham mencapai Rp 881,59 miliar, terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 406,88 miliar dan BMRI mencapai Rp 97,82 miliar.
