Net Sell Berlanjut Rp 881,59 Miliar, Saham BBCA Dilepas Investor Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 881,59 miliar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/6/2026), sebanyak 75,34 poin (1,28%) menjadi 5.820,79.
Net sell terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 406,88 miliar, BMRI mencapai Rp 97,82 miliar, TLKM senilai Rp 71,29 miliar, BBRI mencapai Rp 53,78 miliar, dan AADI senilai Rp 43,18 miliar.
Baca Juga
Harga LNG Industri Turun Jadi US$ 13, Pemerintah Pastikan Tanpa Bebani APBN
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda saham, yaitu DSSA mencapai Rp 55,87 miliar, PGAS mencapai Rp 39,86 miliar, ANTM senilai Rp 36,54 miliar, BREN sebanyak Rp 15,32 miliar, dan BUMI senilai Rp 13,02 miliar.
Penurunan indeks terjadi saat rupiah menguat Rp 65 menjadi Rp 17.840. Penurunan kali dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BBCA yang ditutup anjlok 4,05% ke bawah level Rp 6.000. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham TPIA, BREN, BRPT, hingga CDIA. Tiga saham bank papan atas lainnya juga melemah, seperti BBRI, BMRI, dan BBNI.
Pelemahan juga dipicu atas penurunan hampir sektor saham, seperti sektor keuangan, material dasar, dan infrastruktur dengan pelemahan lebih dari 1%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor properti.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Cetak Laba US$29,94 Juta di Kuartal I-2026, Lampaui Capaian Sepanjang 2025
Di tengah penurunan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan mengesankan, seperti OILS naik 31,33% menjadi Rp 218, ASPI naik 25% menjadi Rp 360, TRUS naik 19,43% menjadi Rp 418, AYLS naik 16,95% menjadi Rp 138, dan PMUI menguat 16,88% menjadi Rp 90.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 102,91 poin (1,72%) menjadi 5.896 dengan investor asing melanjutkan aksi jual (net sell) saham senilai Rp 537,25 miliar di seluruh pasar. Net sell terbanyak melanda saham saham CASA Rp 212,67 miliar, BRMI Rp 173,95 miliar, EMAS mencapai Rp 152,82 miliar, dan ASII Rp 87,46 miliar.
