Intip Prospek dan Target Harga Saham Aspirasi Hidup (ACES) Berikut, Layak Dibeli?
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja penjualan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) atau AZKO pada lima bulan pertama 2026 masih sesuai ekspektasi, meski pertumbuhan same store sales growth (SSSG) mengalami perlambatan akibat penurunan lalu lintas pengunjung pusat perbelanjaan.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, SSSG AZKO selama Januari–Mei 2026 (5M26) tercatat meningkat sebesar 2,1%, turun dibandingkan tingkat pertumbuhan 2,4% pada periode Januari–April 2026 (4M26). Pelemahan tersebut sejalan dengan pandangan manajemen yang sebelumnya mengindikasikan penurunan trafik toko pada Mei 2026, terutama karena berkurangnya jumlah pengunjung mal.
Baca Juga
Penguatan Jenama Internal AZKO Jadi Kunci Transformasi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
Meski demikian, pendapatan pada Mei 2026 masih mampu tumbuh 4,1% secara tahunan didukung oleh kenaikan nilai belanja per transaksi (basket size) sebesar 10% yoy serta tingkat konversi penjualan yang tetap kuat. Dengan demikian, pendapatan kumulatif AZKO selama 5M26 mencapai Rp 3,77 triliun atau naik 6,1% yoy. Angka ini masih sejalan dengan proyeksi penjualan BRI Danareksa tahun buku 2026.
Manajemen menyampaikan bahwa laju penjualan pada Juni 2026 hingga kini masih relatif sama dengan kondisi Mei, sehingga belum menunjukkan perbaikan signifikan pada tren belanja masyarakat. Perlambatan konsumsi tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor musiman, antara lain meningkatnya pengeluaran rumah tangga untuk biaya sekolah dan kebutuhan pendidikan menjelang tahun ajaran baru.
Baca Juga
Dari sisi ekspansi, AZKO menambah empat gerai baru AZKO dan dua gerai NEKA pada Mei 2026. Dengan tambahan tersebut, jumlah jaringan usaha perseroan menjadi 271 gerai AZKO dan 14 gerai NEKA. Manajemen memperkirakan pembukaan gerai baru akan meningkat pada kuartal III hingga kuartal IV 2026. Target pembukaan gerai sepanjang tahun tetap dipertahankan, yakni sebanyak 25–30 gerai AZKO dan 40–50 gerai NEKA.
Didukung sejumlah factor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham saham ACES dengan target harga tetap Rp 450 per saham. Target harga ini mempertimbangkan proyeksi kinerja keuangan masih sesuai ekspektasi. Target tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan kinerja keuangan tahun 2026, yaitu pendapatan diprediksi menjadi Rp 9,20 triliun, dibandingkan tahun 2025 senilai Rp 8,63 triliun. Laba bersih diprediksi naik dari Rp 669 miliar menjadi Rp 692 miliar.
“Saat ini, saham ACES diperdagangkan pada valuasi price to earnings (PE) FY26F sebesar 8,2 kali atau sekitar 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun, sehingga masih menarik,” tulisnya.
