Akuisisi Perusahaan Tambang, Hotel Fitra (FITT) Bidik Pembalikan Kinerja Keuangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) optimistis mampu membalikkan kinerja keuangan perseroan setelah mengakuisisi PT Venturi Tambang Perkasa (VTP), perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan dari sektor perhotelan menjadi perusahaan induk investasi (investment holding) di sektor jasa pertambangan.
Direktur FITT Ou Yang mengatakan, akuisisi VTP diharapkan mampu mengubah struktur bisnis perseroan menjadi lebih menguntungkan dan berkelanjutan.
"Kami berharap melalui akuisisi ini terjadi pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan," ujar Ou Yang dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga
Sahamnya Terbang 326% Sebulan, Hotel Fitra (FITT) Ternyata mau Diakuisisi Perusahaan China Ini
VTP merupakan perusahaan jasa penunjang pertambangan dengan model bisnis business to business (B2B) berbasis volume produksi (wet metric ton/WMT) dan kontrak jangka menengah hingga panjang. Operasional perusahaan berlokasi di Luwuk, Sulawesi.
Sepanjang 2025, VTP membukukan pendapatan sebesar Rp128,7 miliar dengan laba operasional sekitar Rp36 miliar. Total aset perusahaan tercatat Rp169 miliar, sedangkan volume produksi nikel mencapai 742.321 ton.
Untuk mendukung transaksi akuisisi tersebut, FITT akan melepas dua anak usaha, yakni PT BMP dan PT FAW. Perseroan menjual 99,99% saham BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo senilai Rp21,9 miliar serta 99,96% saham FAW kepada PT Pratama Global Servindo senilai Rp46,9 miliar. Total dana yang diperoleh mencapai Rp67,9 miliar.
Dana hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi 50% saham VTP dari PT Sheng Yue Hengli senilai Rp46,5 miliar, sementara sisanya dialokasikan untuk restrukturisasi utang perseroan.
Ke depan, FITT menargetkan transformasi menjadi investment holding berbasis sektor pertambangan melalui tiga tahap strategi. Yakni integrasi dan restrukturisasi bisnis dalam satu hingga dua tahun, ekspansi dan diversifikasi usaha dalam tiga hingga lima tahun, termasuk membuka peluang peningkatan kepemilikan saham di VTP menjadi lebih dari 50%, serta konsolidasi ekosistem bisnis pertambangan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Anak Usaha PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) Bangun Kawasan Religi Terpadu
Menurut Ou Yang, transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.
"Melalui strategi ini, FITT menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan terbuka yang adaptif terhadap transformasi industri dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang serta peningkatan nilai bagi pemegang saham," ujarnya.
