Dua Emiten Sawit Salim Group Kompak Bagikan Dividen, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – Dua emiten sawit milik Salim Group, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum kompak putuskan pembagian dividen tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Pada RUPST tersebut, pemegang saham SIMP menyetujui laporan tahunan direksi mengenai kegiatan usaha dan kinerja keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Baca Juga
Mentan Sebut Penurunan Harga TBS Sawit sebagai Anomali, Minta Kapolri Usut
Selain itu, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 26 per saham. Dividen tersebut akan dibayarkan pada 28 Juli 2026. Direktur Utama SIMP Paulus Moleonoto menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham terhadap SIMP.
“Kami menyampaikan penghargaan atas dukungan dari seluruh pemegang saham kepada Grup SIMP. Grup SIMP akan terus mengelola kegiatan usaha secara cermat serta mengelola kegiatan operasi secara berkelanjutan. Grup SIMP tetap fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, memprioritaskan belanja modal serta meningkatkan produktivitas,” ujar Paulus.
Baca Juga
Net Sell Berlanjut Rp 299 Miliar, Saham BMRI dan BBRI Dilepas Asing
Pada hari yang sama, Lonsum (LSIP) juga menggelar RUPST dan memperoleh persetujuan atas seluruh agenda rapat. Di antaranya, persetujuan laporan tahunan direksi terkait kegiatan usaha dan kinerja keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 83 per saham yang akan dibayarkan pada 24 Juli 2026. Presiden Direktur Lonsum Tan Agustinus Dermawan mengapresiasi dukungan para pemegang saham kepada perseroan.
“Lonsum akan terus mengelola kegiatan usaha secara cermat serta mengelola kegiatan operasi secara berkelanjutan. Lonsum tetap fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, memprioritaskan belanja modal serta meningkatkan produktivitas,” kata Tan.
