Pasar Kripto Kehilangan US$ 2,2 Triliun, Bitcoin Anjlok Lagi ke Level Terendah Dua Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tekanan di pasar mata uang kripto kembali meningkat seiring memburuknya sentimen investor terhadap aset berisiko. Bitcoin pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi sempat menyentuh level US$59.217 sebelum pulih tipis ke sekitar US$60.700, mencatat penurunan harian sebesar 2,7% dan berada di titik terendahnya dalam hampir dua tahun.
Pelemahan tersebut memperpanjang tren koreksi yang terjadi sejak puncak pasar pada Oktober 2025. Dalam periode tersebut, kapitalisasi pasar kripto global telah menyusut lebih dari US$2,2 triliun, dari US$4,27 triliun menjadi sekitar US$2,02 triliun pada Juni 2026.
Bitcoin sendiri telah kehilangan sekitar 53% nilainya dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebesar US$126.200. Sementara itu, Ethereum mengalami koreksi lebih dalam dengan penurunan mencapai 67% dari level puncaknya.
Pelaku pasar menilai tekanan terhadap aset digital dipicu oleh kombinasi faktor global, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik, kenaikan tarif perdagangan, hingga perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat yang mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Baca Juga
Kondisi tersebut juga memicu arus keluar dana institusional dan menekan kepercayaan investor terhadap prospek jangka pendek pasar kripto. Sentimen negatif tidak hanya terjadi di pasar aset digital, tetapi juga menjalar ke sektor saham yang memiliki keterkaitan dengan industri kripto, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI).
Pelemahan Bitcoin turut memicu aksi jual di berbagai aset kripto utama lainnya. Ethereum tercatat turun 3,1% menjadi US$1.610. XRP melemah ke level US$1,07, sementara Solana terkoreksi 2,6% menjadi US$67.
Di antara aset kripto utama, Dogecoin menjadi yang paling tertekan setelah anjlok 4,6% ke level US$0,075. Penurunan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa sejumlah aset digital berkapitalisasi besar, termasuk XRP, berpotensi menembus level psikologis penting apabila tekanan jual terus berlanjut.
Baca Juga
Analis menilai pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Korelasi yang semakin kuat antara aset kripto dan pasar saham Amerika Serikat membuat sentimen di Wall Street menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pergerakan aset digital.
Meski demikian, sejumlah pengamat masih melihat peluang stabilisasi dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan model siklus kripto empat tahunan yang selama ini menjadi acuan banyak investor, Bitcoin diperkirakan dapat mencapai titik terendah siklusnya sekitar Oktober 2026 sebelum memasuki fase konsolidasi dan pemulihan bertahap.
Hingga saat itu, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan kebijakan suku bunga global, kondisi ekonomi makro, serta dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal ke pasar aset digital.
