Merdeka Battery Materials (MBMA) Bidik Pertumbuhan Produksi hingga 140%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membidik pertumbuhan berkelanjutan di seluruh lini operasi hingga 140% pada 2026. Salah satunya melalui target produksi bijih saprolit sebanyak 8-10 juta wet metric tonnes (wmt), naik 14,28% sampai 42,85% secara tahunan (year on year/yoy).
“Selanjutnya manajemen merencanakan produksi bijih limonit sebanyak 20-25 juta wmt tahun ini yang tumbuh 36-70% dari realisasi tahun lalu,” kata Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Teddy Nuryanto Oetomo dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Di sektor hilir nikel, menurut Teddy, perusahaan menargetkan produksi nickel pig iron (NPI) sebanyak 70.000 hingga 80.000 ton dengan potensi kenaikan 8,29% (yoy). Sementara produksi high-grade nickel matte (HGNM) diharapkan bertambah 120-140% menjadi 44.000 hingga 48.000 ton.
Baca Juga
Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang, Merdeka Battery (MBMA) Angkat Dua Direksi Baru
Teddy Nuryanto mengungkapkan, manajemen juga memajukan sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan integrasi dan efisiensi.
Perseroan, kata dia, telah mulai mengoperasikan feed preparation plant (FPP) untuk mengirimkan slurry limonit melalui jalur pipa dari tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) ke fasilitas high pressure acid leaching (HPAL) yang dioperasikan PT ESG New Energy Material.
Dia menambahkan, proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) yang memiliki kapasitas terpasang 90.000 ton nikel per tahun, terus berjalan sesuai rencana, dengan commissioning (pengujian sebelum resmi beroperasi) lini pertama ditargetkan pada semester II-2026.
“Kami akan terus berfokus pada efisiensi operasional, alokasi modal yang disiplin, dan pengembangan portofolio bahan baku baterai yang terintegrasi,” tutur Teddy.
Baca Juga
MBMA Pakai Sisa Bijih Tambang untuk Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik
Teddy Nuryanto menjelaskan, sepanjang tahun lalu, perusahaan tetap menunjukkan ketahanan kinerja di tengah pelemahan harga nikel global. Merdeka Battery Materials membukukan pendapatan US$ 1,43 miliar, turun 22,23% (yoy), namun mencetak kenaikan laba bersih 30% (yoy) menjadi US$ 29,56 juta.
Hasil tersebut, menurut Teddy, didukung peningkatan volume produksi nikel dan peningkatan margin di operasi hilir. Tambang nikel SCM menjadi salah satu pendorong utama model bisnis terintegrasi perseroan, dengan produksi 7 juta wmt bijih saprolit dan 14,7 juta wmt bijih limonit pada 2025.
Operasi hilir juga berkontribusi dengan produksi NPI 73.871 ton, HGNM sekitar 19.998 ton, serta Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sekitar 25.994 ton.
