IHSG Anjlok 1,25%, Investor Wait and See Jelang Hasil MSCI Review
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1% pada perdagangan awal pekan di tengah kombinasi sentimen eksternal dan sikap hati-hati investor menjelang pengumuman hasil review MSCI Inc. pada 24 Juni 2026.
Berdasarkan data RTI Business, Senin (22/6/2026), IHSG pada sesi I ditutup turun 77,213 poin atau 1,25% ke level 6.099,92. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,62 triliun dengan volume perdagangan mencapai 13,42 miliar saham.
Baca Juga
IHSG Sesi I Jatuh 1,25%, Big Bank dan Emiten Prajogo Jadi Penekan
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai koreksi IHSG lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal serta posisi pasar yang mulai defensif menjelang pengumuman MSCI Review.
“Menurut saya IHSG yang hari ini terkoreksi lebih dari 1% lebih banyak dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan posisi pasar yang mulai defensif menjelang event MSCI review,” ujar Elandry kepada investortrust.id, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, dari sisi global, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil US Treasury kembali menekan pasar negara berkembang (emerging market). Kondisi tersebut memicu arus keluar modal (capital outflow) dan menurunkan minat risiko (risk appetite) investor asing di pasar domestik.
Baca Juga
Bos Danantara Lapor ke Prabowo, Transformasi BUMN Telah Konsolidasikan 258 Entitas
Di saat yang sama, aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya telah menguat turut memperberat tekanan terhadap indeks.
Elandry menambahkan, menjelang pengumuman MSCI Review, pasar cenderung memasuki fase wait and see dengan volatilitas yang meningkat. “Investor institusi biasanya mulai melakukan rebalancing portofolio lebih awal, sehingga likuiditas di beberapa saham tertentu menjadi lebih tipis dan pergerakan harga terlihat lebih agresif dari biasanya. Kondisi ini membuat IHSG sensitif terhadap arus dana jangka pendek,” tuturnya.
Ke depan, Elandry memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif tinggi hingga terdapat kepastian dari hasil MSCI Review.
