Adi Sarana Armada (ASSA) Bagi Dividen Final Rp 30 per Saham, Catat Jadwalnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) akan membagikan dividen final senilai total Rp 110,7 miliar atau Rp 30 per saham pada 17 Juli 2026 dari laba bersih 2025.
Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 73,8 miliar atau Rp 20 per saham pada kuartal III-2025. Alhasil total dividen keseluruhan dari keuntungan tahun buku 2025 mencapai Rp 184,6 miliar atau Rp 50 per saham.
Baca Juga
Jumlah tersebut mencerminkan rasio pembagian keuntungan sekitar 44% dari laba bersih tahun lalu yang senilai Rp 417,7 miliar.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan manajemen, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 25 Juni 2026, sedangkan ex dividen pada 26 Juni 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 29 Juni 2026 dan ex dividen pada 30 Juni 2026.
Adapun tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) ditetapkan pada 29 Juni 2026. Sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 17 Juli 2026.
Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto, porsi pembagian dividen didukung oleh kinerja keuangan yang tumbuh signifikan sepanjang tahun lalu. Perseroan mencetak pendapatan Rp 6 triliun yang tumbuh 21% (yoy) dengan laba bersih Rp 417,7 miliar yang melonjak 71% (yoy).
Sementara hingga kuartal I-2026, perusahaan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhannya dengan peningkatan pendapatan 11% (yoy) menjadi Rp 1,5 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen logistik yang tumbuh 21% (yoy) dan kini berkontribusi sekitar 45% terhadap total pendapatan perseroan.
Manajemen pun terus memperkuat lini bisnis logistik sebagai salah satu motor pertumbuhan utama Adi Sarana Armada. Emiten yang juga bergerak di bisnis penyedia layanan transportasi dan ekosistem kendaraan bekas ini, melanjutkan pemanfaatan teknologi terkini untuk memperkokoh bisnis logistiknya.
Berbagai macam teknologi sudah dipakai perusahaan, mulai dari robotic sorting dengan anak usaha yakni Anteraja sebagai pengguna pertama di Indonesia, hingga warehouse management system yang sudah dipakai dalam layanan Titipaja.
Adapun Titipaja merupakan layanan pergudangan (fulfillment) dan enabler e-commerce dari perseroan yang dirancang untuk mendukung operasional bisnis secara menyeluruh (end-to-end).
Prodjo menegaskan bahwa sejak awal, Adi Sarana Armada didirikan untuk menjadi perusahaan solusi rantai pasok logistik berbasis teknologi.
“Di ASSA logistik, teknologi bukan suatu tambahan, tetapi merupakan urat nadi pertumbuhan bisnis dan layanan-layanan bagi para pengguna untuk memberikan solusi bagi masalah logistik mereka end to end, mulai dari first hingga last mile,” ungkapnya, dikutip pada Sabtu (20/6/2026).
Perseroan telah mengintegrasikan seluruh layanan logistiknya menjadi satu kesatuan, dilengkapi layanan logistik rantai dingin, logistik halal, hingga logistik hijau (green logistic).
Baca Juga
Hadapi 2026 dengan Penuh Kehati-hatian, Ini Strategi Bisnis Adi Sarana (ASSA)
Di sisi lini, bisnis rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas melalui PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) dipercaya akan memperkuat sinergi ekosistem bisnis perusahaan induk untuk mencapai profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami optimistis penguatan lini bisnis dan efisiensi yang terus dilakukan ini akan mendorong profitabilitas dan pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka panjang,” kata Prodjo.
