Transformasi Antarkan Krakatau Steel ke ‘Fortune Southeast Asia 500’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, sebuah pemeringkatan yang menampilkan perusahaan-perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Utama Krakatau Steel (KS), Akbar Djohan mengungkapkan, masuknya BUMN baja tersebut pada peringkat ke-290 perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara menjadi pengakuan atas transformasi perusahaan yang terus menunjukkan hasil positif dan semakin memperkuat peran perseroan sebagai industri strategis nasional.
Menurut dia, masuknya KS dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 juga merupakan indikator penting yang mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan industri Indonesia.
Baca Juga
Krakatau Steel (KRAS) Cetak Laba pada Kuartal I-2026, Efisiensi Jadi 'Kartu AS'
"Pencapaian ini mencerminkan dampak ekonomi yang dihasilkan terhadap tenaga kerja, industri dan pembangunan nasional,” ujar Akbar Djohan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Dia menjelaskan, pencapaian tersebut tidak diraih secara mudah mengingat ketatnya persaingan antarperusahaan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 didasarkan pada pendapatan operasional perusahaan sehingga mencerminkan aktivitas bisnis dan kontribusi ekonomi yang nyata.
Meski demikian, Akbar menegaskan, fokus utama KS bukan semata-mata mengejar kenaikan peringkat dalam berbagai pemeringkatan, melainkan memastikan transformasi perusahaan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
"Yang lebih penting adalah terus memperkuat aspek-aspek fundamental perusahaan, mulai dari tata kelola, inovasi, efisiensi operasional, hingga kemampuan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tutur dia.
Masuknya KS dalam Fortune Southeast Asia 500, kata Akbar Djohan, juga menjadi bukti bahwa langkah transformasi yang dijalankan perseroan berada pada jalur yang tepat.
Baca Juga
Gempuran Baja China, Krakatau Steel (KRAS) Harap 'Pagar Proteksi' Impor Diperkuat
Dia menambahkan, berbagai upaya perbaikan kinerja, penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi bisnis yang dilakukan secara berkelanjutan telah memberikan dampak positif terhadap daya saing perusahaan.
Ke depan, Akbar berharap perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970 itu terus memperkuat kontribusi industri baja nasional di tingkat regional maupun global.
“Kami juga berkomitmen terus mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan produk baja berkualitas, penguatan rantai pasok industri dalam negeri, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” tegas dia. (Ant)
