Net Buy Melambung Rp 2,77 Triliun, Berikut Daftar Lima Saham Penyumbang Utama
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) di seluruh pasar senilai Rp 2,77 triliun, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/6/2026), ditutup melemah sebanyak 34,23 poin (0,55%) menjadi 6.220.
Net buy terbanyak melanda saham EMAS senilai Rp 2,77 triliun. Net buy saham emiten produsen emas ini dilakukan di pasar negosiasi menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Hong Kong dalam waktu dekat.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melemah 34,23 Poin, Saham BCIC dan DEFI Ditutup Melambung
Net buy selanjutnya melanda saham BBRI senilai Rp 449,95 miliar, BBCA mencapai Rp 403,24 miliar, DILD senilai Rp 76,21 miliar, MAPI mencapai Rp 67,55 miliar, dan MPRO sebanyak Rp 49,99 miliar.
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham TPIA sebanyak Rp 358 miliar, BRMS senilai Rp 103,50 miliar, DSSA mencapai Rp 100,95 miliar, BUMI mencapai Rp 93,87 miliar, dan KLBF sebanyak Rp 80,05 miliar.
Adapun penurunan IHSG dipicu atas kejatuhan saham emiten Prajogo Pangestu. Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti industri, energi, material dasar, konsumer primer, properti, dan transportasi.
Baca Juga
Persaingan UUS Multifinance Diperkirakan Makin Dinamis, OJK Kasih Arahan Begini
Tekanan terbesar dipicu atas kejatuhan saham Prajogo Pangestu, seperti saham BREN turun 12%, TPIA melemah 5%, BRPT turun 4,80%, CUAN anjlok 6,71%, dan CDIA melemah 4,17%. Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BCIC naik 35% menjadi Rp 135, DEFI naik 30,63% menjadi Rp 145, RONY naik 24,58% menjadi Rp 1.115, dan ATAP menguat 24,43% menjadi Rp 550. Meski tak ARA, ESIP melesat 28,83% menjadi Rp 143 dan KONI melesat 21,95% menjadi Rp 3.500.
Sebelumnya, IHSG ditutup melesat sebanyak 247,31 poin (4,12%) menjadi 6.254. Investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 105,87 miliar. Sebaliknya net buy terbanyak melanda saham saham BMRI mencapai Rp 543,09 miliar, TPIA senilai Rp 396,10 miliar, dan BBCA mencapai Rp 204,83 miliar. Penguatan ini ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 7,26%, sektor keuangan 5,23%, sektor industri 4,51%, sektor konsumer primer 3,86%, sektor konsumer non primer2,73%, sektor infrastruktur 2,93%, dan sektor energi 2,35%.
