Suplai Baja untuk IKN, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Optimistis Cetak Kinerja Positif di 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Perusahaan produsen baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan pemulihan kinerja keuangan di tahun 2024, dengan membidik proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Jadi memang di IKN ini sedang ngebut-ngebutnya untuk membangun, dengan proyeksi kinerja keras target pembangunan IKN tentunya, Krakatau Steel sangat diuntungkan dan mendapatkan dampak positif,” kata Direktur Keuangan emiten berkode KRAS, Tardi dalam paparan publik Rabu, (22/11/2023).
Baca Juga
Pabrik Masih Lumpuh, KRAS Pastikan Pendapatan Turun hingga Akhir 2023
Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk kuartal III-2023 kebutuhan baja di IKN tidak terlalu besar, tetapi perseroan saat ini tengah mengirimkan produk downstream berupa modul-modul konstruksi untuk dipasang di sana.
Setelah bahan baku sudah dipenuhi di kuartal II-2023, produk downstream tersebut akan dipasang dan oleh kontraktor. Salah satunya untuk membangun modul rumah tapak, hingga untuk keperluan membangun Istana Kepresidenan yang merupakan hasil rancangan dari seniman I Nyoman Nuarta. Tardi mengatakan, untuk Pembangunan IKN tahap 1, perseroan tidak mengalami masalah untuk menyediakan produk-produk yang dibutuhkan, dan semuanya dikatakannya telah terpenuhi.
“Terkait dengan adanya IKN, jadi kewajiban kita atau tanggung jawab kita secara nasional untuk tetap menjaga supaya kebutuhan baja domestik tidak ada masalah, jangan sampai kebutuhan baja untuk IKN itu ada gangguan,” tandas dia.
Baca Juga
Duh..., Krakatau Steel (KRAS) Derita Rugi Rp 919,56 Miliar akibat Pabrik Rusak
Sementara itu, lanjut dia, adanya proyek-proyek di IKN tersebut, dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi Perseroan.
“Kita memang ada masalah dengan HSM 1 (Hot Strip Mill 1), tapi itu kan untuk rolling-nya, untuk produk-produk baja yang dibutuhkan oleh teman-teman pabrikator, untuk IKN itu biasanya yang tebal dan berupa pelat.”
Sekadar informasi, KRAS harus mencatatkan kerugian sepanjang sembilan bulan di 2023 akibat fasiltias produksi HSM1 yang berhenti beroperasi akibat kerusakan pada switch house finishing mill.
Kembali disampaikan Tardi, mesin pembuat pelat bisa disuplai dari fasilitas produksi HSM dan sharing line dengan dua fasilitas yang masih beroperasi. Sehingga kebutuhan baja untuk IKN masih bisa terpenuhi. (CR-5)

