IHSG Ditutup Naik Signifikan 4,12%, Saham Emiten Prajogo Ditutup Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6/2026), ditutup naik signifikan sebanyak 247,31 poin (4,12%) menjadi 6.254. Rentang pergerakan 6.007-6.345 dengan nilai transaksi Rp 28,69 triliun.
Penguatan tersebut ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 7,26%, sektor keuangan 5,23%, sektor industri 4,51%, sektor konsumer primer 3,86%, sektor konsumer non primer2,73%, sektor infrastruktur 2,93%, dan sektor energi 2,35%.
Baca Juga
Ekamas Mora (MORA) Targetkan Tambah 5 Juta Homepass dan 1,5 Juta Pelanggan Baru pada 2026
Kenaikan pesat tersebut juga ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham AMMN menguat 9,57%, BBCA naik 5,91%, BBRI naik 4,91%, BBNI naik 6,74%, dan BMRI naik 7,14. Kenaikan juga didukung penguatan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BREN, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO.
Adapun saham dengan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham TRON sebanyak 33,78% menjadi Rp 99, DATA naik 24,83% menjadi Rp 1.810, BUKK menguat 24,88% menjadi Rp 1.255, ATAP naik 24,86% menjadi Rp 442, ROCK naik 24,83% menjadi Rp 1.860, BRMS menguat 24,53% menjadi Rp 660, JSPT melesat 24,79% menjadi Rp 1.460, dan BOGA naik 24,64% menjadi Rp 1.315.
Pekan lalu, IHSG berhasil ditutup melesat sebanyak 412,89 poin (7,38%) menjadi 6.007 pekan ini. Kenaikan indeks pekan ini ditopang lompatan harga saham big cap, khususnya BBCA dengan penguatan 16,75% dan BMRI dengan kenaikan 9,38%. Kenaikan juga ditopang penguatan harga saham SMMA, DSSA, BREN, BBRI, BRPT, BBNI, TPIA, dan MORA.
Baca Juga
Penguatan IHSG tersebut juga didukung kenaikan hampir seluruh sektor saham, tertinggi kenaikan melanda saham sektor keuangan 9,67%, sektor energi 9,21%, sektor transportasi 9,12%, sektor industri 7,60%, dan sektor material dasar 6,41%.
Meski IHSG mencatatkan rekor kenaikan mingguan, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 5,98 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan net sell saham pekan sebelumnya senilai Rp 7,38 triliun.
