Ekamas Mora (MORA) Targetkan Tambah 5 Juta Homepass dan 1,5 Juta Pelanggan Baru pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menargetkan penambahan 5 juta homepass, perluasan jaringan Fiber to the Home (FTTH) ke 186 kota/kabupaten, serta pembangunan lebih dari 1.000 site Fixed Wireless Access (FWA) di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, MORA juga membidik penambahan sekitar 1,5 juta pelanggan baru tahun ini. Target tersebut menjadi langkah lanjutan setelah MORA menyelesaikan proses penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik pada 22 April 2026.
Melalui merger tersebut, MORA membentuk platform infrastruktur fiber optik terintegrasi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas cakupan layanan, serta memperkuat daya saing perusahaan.
Baca Juga
Per 30 April 2026, setelah penggabungan usaha efektif, jumlah homepass gabungan Perseroan meningkat menjadi lebih dari 12,7 juta. Sementara panjang jaringan fiber optik backbone dan access mencapai lebih dari 166 ribu kilometer.
Jumlah pelanggan ritel gabungan tercatat melampaui 2,6 juta pelanggan, sedangkan pelanggan enterprise mencapai lebih dari 17 ribu pelanggan.
Selain ekspansi jaringan FTTH, MORA juga mempercepat pengembangan layanan Fixed Wireless Access (FWA). Saat ini Perseroan telah mengoperasikan lebih dari 200 site FWA yang tersebar di 90 kota/kabupaten di Indonesia. Ke depan, pembangunan lebih dari 1.000 site FWA diharapkan semakin memperluas jangkauan layanan internet perusahaan.
MORA juga terus memperkuat infrastruktur backbone dan last-mile access melalui Proyek Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura. Proyek tersebut menggunakan jaringan kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer dengan teknologi sistem repeater kabel bawah laut berkapasitas tinggi.
Baca Juga
Prabowo Undang Jerman Investasi di Sektor Transisi Energi hingga Kendaraan
Di tengah rencana ekspansi tersebut, MORA membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. Jumlah homepass meningkat sekitar 36% menjadi lebih dari 1 juta dibandingkan 788 ribu pada tahun sebelumnya.
Jumlah pelanggan ritel tumbuh sekitar 46% menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan, sedangkan pelanggan enterprise meningkat sekitar 44% menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan.
Dari sisi keuangan, pendapatan segmen ritel naik sekitar 21% menjadi sekitar Rp1,3 triliun. Sementara pendapatan wholesale mencapai sekitar Rp876 miliar.
EBITDA MORA meningkat sekitar 9,8% menjadi sekitar Rp2,0 triliun. Adapun laba bersih melonjak sekitar 96,5% menjadi hampir Rp516 miliar dari sekitar Rp263 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Jelang Merger, Moratelindo (MORA) Ungkap Kenaikan Pendapatan dan Laba di Kuartal I-2026
Direktur Utama dan Chief Executive Officer MORA Timotius Max Sulaiman mengatakan, persseroan akan terus memanfaatkan meningkatnya kebutuhan konektivitas melalui investasi infrastruktur yang berkelanjutan.
“Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX, serta penguatan kapasitas jaringan untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas ritel maupun enterprise. Kami melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat sebagai peluang jangka panjang yang akan terus kami optimalkan melalui investasi infrastruktur yang berkelanjutan,” kata Timotius dalam paparannya di Jakarta, Senin (15/6/2026).
