Kripto Menghijau di Awal Pekan, Bitcoin Naik 3% dan Ethereum Melonjak Lebih dari 6%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Di awal pekan, kripto papan atas berhasil melanjutkan penguatannya. Berdasarkan data Coinmarketcap, Senin (8/62026) pukul 10.15 WIB, Bitcoin (BTC) naik 2,96% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 63.275 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,26 triliun.
Kenaikan Bitcoin diikuti oleh mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar lainnya. Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, menguat 6,11% menjadi US$ 1.688,28 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 202,95 miliar.
Di kelompok stablecoin, Tether (USDT) relatif stabil di US$ 0,9994 meski terkoreksi tipis 0,01% dalam 24 jam terakhir. Sementara USD Coin (USDC) berada di level US$ 0,9997 dan bergerak nyaris tanpa perubahan.
Baca Juga
Adapun Binance Coin (BNB) mencatat kenaikan 4,07% ke posisi US$ 602,06 dengan kapitalisasi pasar US$ 81,12 miliar. XRP juga berada di zona hijau dengan penguatan sekitar 3,19%.
Secara umum, penguatan Bitcoin dan Ethereum menjadi pendorong utama sentimen positif di pasar kripto. Kenaikan tersebut menunjukkan minat investor terhadap aset digital kembali meningkat setelah periode volatilitas yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Pelaku pasar kini mencermati pergerakan Bitcoin di atas level psikologis US$ 60.000 sebagai indikator penting untuk menentukan arah tren pasar kripto dalam jangka pendek. Jika mampu mempertahankan posisinya di atas level tersebut, potensi penguatan lebih lanjut masih terbuka. Namun, investor tetap mewaspadai aksi ambil untung yang dapat memicu koreksi harga dalam waktu dekat.
Baca Juga
OJK: Sebagian PAKD Sudah Cetak Kinerja Positif, Industri Kripto di RI Masuk Fase Konsolidasi
Di sisi lain, meski BTC mampu melanjutkan penguatannya namun respons dan kembali diperdagangkan pada level yang terlihat di awal Februari, tetapi kali ini, respons dari institusi sangat berbeda.
Dilansir dari Coindesk, kini institusi secara agresif menjual saat harga turun, berbeda dengan Februari. Di mana, ketika penjualan melambat saat harga turun mendekati US$ 60,000. Hal itu menandai pergeseran mendasar dalam cara institusi melihat Bitcoin pada level ini.
Tercatat, sebanyak 11 ETF bitcoin spot yang tercatat di AS mengalami arus keluar bersih sebesar US$ 1,72 miliar minggu lalu. Itu merupakan penarikan tunggal terbesar dalam lebih dari satu tahun, menurut sumber data SoSoValue. Pada minggu pertama Februari, ketika BTC turun hampir mencapai US$ 60.000, ETF hanya mengalami arus keluar sebesar US$ 318 juta.
Arus keluar telah meningkat selama empat minggu berturut-turut, naik dari US$ 1 miliar pada minggu yang berakhir 15 Mei menjadi US$ 1,26 miliar dan US$ 1,42 miliar pada dua minggu berikutnya, dan paling baru US$ 1,72 miliar.
Pada Februari situasinya berbeda, ketika BTC mencapai US$ 60.000, ETF mencatat arus keluar sebesar US$ 318 juta. Namun dua minggu sebelumnya mengalami arus keluar sebesar US$ 1,33 miliar dan US$ 1,49 miliar. Intinya adalah ketika harga jatuh, arus keluar melambat.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

