Pipeline IPO Saham di BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan per Juni 2026
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 12 perusahaan berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) saham per 5 Juni 2026. Jumlah tersebut berkurang dari 15 perusahaan yang tercatat dalam pipeline per 22 Mei 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, perubahan jumlah perusahaan dalam pipeline IPO saham merupakan bagian dari proses pencatatan yang terus berjalan. Sejumlah calon emiten masih menyelesaikan berbagai persyaratan sebelum melanjutkan proses penawaran umum saham.
“Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan laporan keuangan terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui regulator,” kata Nyoman kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (8/6/2026).
Baca Juga
Harga IPO SpaceX Tembus Rp 2,43 Juta per Saham, Eksposur Bitcoin Elon Musk Jadi Perhatian Pasar
BEI mencatat hingga 5 Juni 2026 terdapat satu perusahaan yang telah mencatatkan saham di bursa dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 300 miliar.
Dari total 12 perusahaan yang masih berada dalam pipeline IPO, sebanyak delapan perusahaan merupakan perusahaan dengan aset skala besar di atas Rp 250 miliar. Sementara empat perusahaan lainnya masuk kategori aset skala menengah dengan nilai aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Berdasarkan sektor usaha, antrean IPO didominasi sektor consumer cyclicals dan healthcare yang masing-masing terdiri atas tiga perusahaan. Selanjutnya terdapat dua perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals dan dua perusahaan dari sektor infrastruktur. Adapun masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor keuangan dan teknologi.
Baca Juga
OJK Beberkan 5 Poin Rencana Konsolidasi Asuransi dan Penjaminan Pelat Merah
Selain IPO saham, BEI mencatat hingga 5 Juni 2026 terdapat empat perusahaan tercatat yang telah melaksanakan rights issue dengan total nilai mencapai Rp 3,89 triliun.
Sementara itu, untuk penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), hingga saat ini telah diterbitkan 63 emisi dari 40 penerbit dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp69,94 triliun.

