Pipeline IPO BEI Berkurang, Tersisa 7 Perusahaan Antre Masuk Bursa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap rencana penawaran umum perdana saham (IPO) berskala besar kemungkinan berkurang satu. Hingga 1 September 2025, tercatat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO saham dengan tiga di antaranya masuk kategori aset esar atau di atas Rp 250 miliar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan sebelumnya ada empat perusahaan skala besar yang tercatat dalam pipeline. Namun, terjadi pengurangan satu perusahaan setelah dilakukan pemutakhiran data oleh salah satu calon emiten.
“Pemutakhiran data dan informasi akan filing kembali,” jelas Nyoman kepada media, dikutip Selasa, (2/9/2025).
Baca Juga
OJK: 13 Perusahaan Masuk Pipeline IPO Saham, Target Indikatif Segini
Secara keseluruhan, dari tujuh perusahaan yang antre, empat perusahaan masuk kategori aset menengah dengan nilai Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, tidak ada perusahaan yang masuk kategori aset kecil di bawah Rp 50 miliar.
Dari sisi sektoral, calon emiten didominasi sektor industry dengan dua perusahaan. Sementara masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor material dasar, konsumer non primer, keuangan, teknologi, serta sektor transportasi dan logistik.
Baca Juga
IHSG Sesi I Rebound 1,17%, Saham Lapis Tiga Ini Melesat hingga ARA
Adapun sepanjang 2025 hingga awal September, BEI telah kedatangan 22 perusahaan melalui IPO saham dengan total dana yang dihimpun Rp 10,39 triliun.
Di sisi lain, pasar modal juga diramaikan dengan 122 emisi dari 65 penerbit efek bersifat utang sukuk (EBUS), dengan nilai dana terkumpul Rp 138,7 triliun. Untuk aksi korporasi rights issue, tercatat 10 perusahaan berhasil menghimpun dana Rp 16,62 triliun.

