Itama Ranoraya (IRRA) Cetak Laba Bersih Rp 65,53 Miliar pada 2025, Fokus Perkuat Ekspansi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) sukses membukukan laba bersih Rp 65,53 miliar pada 2025, meningkat 23,03% dibanding periode yang sama 2024 yaitu Rp 53,3 miliar.
Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengungkapkan, pertumbuhan industri alat kesehatan membuka peluang besar bagi penguatan kemandirian sektor kesehatan nasional.
“Selaras dengan kebijakan pemerintah melalui tema ‘Advancing Care, Transforming Lives’, kami akan terus memastikan kelancaran distribusi alat kesehatan demi meningkatkan efektivitas perawatan dan akurasi diagnosis di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan pers, Sabtu (6/6/2026).
Dari sisi operasional, Itama Ranoraya mencatatkan penjualan bersih Rp 1,1 triliun pada 2025 atau tumbuh 12,55% secara year on year (yoy). Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan produk kesehatan serta efektivitas strategi efisiensi yang diterapkan.
Kinerja positif itu turut mendorong peningkatan margin laba bersih menjadi 5,96%. Sementara, total aset perusahaan mencapai Rp 2,43 triliun hingga akhir tahun lalu.
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari segmen Diagnostik in Vitro yang mencatatkan pertumbuhan penjualan Rp 693,48 miliar. Selanjutnya, segmen alat kesehatn elektronik steril berkontribusi Rp 347,94 miliar, alat kesehatan non elektromedik Rp 52,88 miliar, serta produk kesehatan penunjang lainnya Rp 5,91 miliar.
Baca Juga
Untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026, Itama Ranoraya telah menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, meningkatkan kapasitas penjualan sekaligus memperluas jaringan distribusi di berbagai daerah.
Lalu, memperkuat kolabotasi dengan sektor swasta, institusi pemerintah, serta menjalin kerja sama dengan prinsipal baru guna memperkaya portofolio produk. Ketiga, perusahaan distributor alat kesehatan ini juga akan memperbesar porsi penjualan alat kesehatan dalam (AKD) yang diproduksi oleh grup usaha sebagai bagian dari upaya substitusi impor.
Selain itu, perusahaan juga akan mendorong pengembangan teknologi medis, termasuk layanan minimally invasive surgery, serta berpartisipasi dalam berbagai program kesehatan nasional.
“Melalui strategi ini, manajemen ingin memastikan perseroan tidak hanya responsif terhadap peluang baru, tapi juga memiliki fondasi operasional yang siap menghadapi kebutuhan di lapangan,” kata Heru.
Pencapaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Itama Ranoraya pada Jumat (5/6/2026). Para pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025.
RUPST juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Dari total laba bersih Rp 65,53 miliar, Rp 1 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan, sedangkan Rp 64,532 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan.
Manajemen menjelaskan, laba ditahan itu akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, menjaga likuiditas operasional, serta mendukung berbagai rencana pengembangan usaha dan ekspansi bisnis ke depan.

