IHSG Mendadak Ambles 3,51% di Awal Sesi II, Saham BBCA Babak Belur
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki awal sesi II, Jumat (5/6/2026), menadak anjlok sebanyak 204,7 poin (3,51%) ke level terendah baru lebih dari lima tahun terakhir 5,635.
Penurunan dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur turun 5,12%, sektor keuangan melemah 4,31%, sektor energi turun 4%, sektor transportasi turun 4,95%, dan sektor consumer primer melemah 3,79%.
Baca Juga
Saham KBMI IV Masih Lesu, BBCA Anjlok Hampir 30% Sejak Awal Tahun
Penurunan tersebut dipicu kejatuhan seluruh saham big cap, seperti BREN, PANI, CBDK, MORA, dan DCII. Bahkan, saham BBCA jatuh lebih dari 5,5% menjadi Rp 5.125 dan BBNI anjlok 4,68% menjadi Rp 3.260. Begitu juga dengan BBRI dan BMRI melemah lebih dari 2%.
Penurunan signifikan IHSG BEI ini melampaui penurunan indeks saham pasar Asia sepanjang hari ini. Dengan penurunan tersebut, IHSG BEI telah mengalami penurunan hampir mencapai 35% terhitung sejak awal tahun hingga hari ini atau year to date (ytd).
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 101,29 poin (1,70%) menjadi 5.839 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 1,27 triliun. Net sell terbanyak kembali melanda saham BBCA Rp 475,51 miliar, BBRI senilai Rp 451,67 miliar, dan TPIA mencapai Rp 257,51 miliar.
Baca Juga
Serangan Siber Melonjak, Pengguna Kripto Diminta Waspada Phishing
Penurunan indeks juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti industri anjlok 4,07%, konsumer non primer 2,36%, sektor properti 3,28%, sektor keuangan 2,04%, dan sektor konsumer primer 1,48%.
Kejatuhan tersebut juga dipicu penurunan signifikan saham big cap, TPIA, BRPT, MORA, INTP, DSSA, hingga INTP. Bahkan saham big cap, seperti BBNI anjlok lebih dari 4%, BBRI anjlok lebih dari 3%, adapun BMRI dan BBCA turun nyaris 2%. Sebaliknya saham ESTI naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,58% menjadi Rp 144 dan MSIN cetak ARA 24,45% menjadi Rp 570.

