Investor Terpantau Crossing Saham Chandra Asri (TPIA) Rp 711,8 Miliar, Harga Jual di Bawah Harga Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Jelang penutupan sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/6/2026), investor mendadak melakukan tutup sendiri atau crossing saham saham PT Chandra Asri Paicific Tbk (TPIA) senilai Rp 711,88 miliar.
Berdasarkan data perdagangan, saham TPIA tersebut ditransaksikan melalui pasar negosiasi dengan harga crossing senilai Rp 962 per saham atau jauh di bawah harga penutupan sesi I. Adapun total saham yang berpindah tangan mencapai 740 juta saham.
Baca Juga
Saham TPIA hingga BREN Rontok, Market Cap BEI Hilang Rp 1.190 Triliun Pekan Ini
Secara bersamaan saham TPIA ditutup mendadak melesat Rp 185 (13,45%) menjadi Rp 1.560 pada penutupan sesi I. Saham emiten Prajogo Pangestu ini bergerak fluktuatif dengan rentang pergerakan Rp 1.275-1.710. Sebalinya, sepanjang 2026 berjalan atau year to date (ytd), saham TPIA telah anjlok lebih dari 78%.
Penurunan drastic tersebut terjadi setelah MSCI resmi menghapus enam saham Indonesia dari indeks globalnya. Tiga di antaranya merupakan emiten yang dikendalikan Prajogo, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), TPIA, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Baca Juga
Di Hadapan S&P, Pemerintah Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3%
Sebelumnya, TPIA telah menetapkan dividen tahun buku 2025 senilai US$ 30 juta atau setara dengan Rp 6,07 per saham. Dividen tersebut rencananya dibayarkan pada 17 Juni setelah cum dividen berakhir pada 25 Mei 2026.
Hingga kuartal I-2026, TPIA mencatat kenaikan pendaaptan dari US$ 622,09 juta menjadi US$ 2,40 miliar. Kenaikan berdampak terhadap torehan laba sebelum pajak US$ 230,50 juta, dibandingkan dengan rugi sebelum pajak kuartal I-2025 senilai US$ 31,86 juta.
TPIA juga mencatatkan laba periode berjalan senilai US$ 205,08 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan dengan rugi periode berjalan US$ 23,58 juta.

