Chandra Asri (TPIA) Gaet Investor Strategis, Saham Barito Pacific (BRPT) Diuntungkan
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melalui anak usahanya PT Chandra Daya Investasi (CDI) sukawa menggaet investor strategis, produsen energi independent di Thailand, Electric Generating Public Company Limited atau EGCO Group (EGCO), berinvestasi senilai US$ 194 juta.
EGCO akan membeli sebanyak 30% saham CDI, yaitu anak usaha yang bergerak di bidang solusi infrastruktur. Sedangkan mayoritas mencapai 70% saham tetap dikuasai TPIA. Dana investasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis infrastruktur Chandra Asri Group dan EGCO di bidang energi, air, dan fasilitas pelabuhan.
Baca Juga
Bergerak Melesat, Sekuritas Ini Sebut Harga Wajar Saham Barito (BRPT) Rp 2.500
Terkait investasi tersebut, analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan menyebutkan, masuknya dana investasi tersebut berpotensi meningkatkan kapasitas pembangkit listrik CDI dari saat ini 120 MW menjadi 300 MW ke depan. Dana tersebut juga bisa saja digunakan untuk memangkas utang.
Masuknya investasi dari EGCO akan berdampak terhadap peningkatan valuasi saham anak usaha tersebut dari posisi sebelumnya bernilai US$ 646 juta. Hal tersebut akan berimbas positif terhadap peningkatan valuasi saham TPIA.
Selain masuknya investasi tersebut, Sucor Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap diversifikasi bisnis yang digencarkan TPIA ke infrastruktur energi dan pengembangan pabrik Chlor-Alkali.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo Pangestu Lagi-lagi Berjaya, CUAN dan TPIA Cetak Rekor
Perusahaan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini juga memiliki likuiditas yang kuat dengan kas mencapai US$ 1,9 miliar. Dengan dana besar tersebut, perseroan memiliki fleksibilitas kuat untuk mempertahankan operasional dan menerapkan strategi akuisisi aset berharga murah saat kondisi ekonomi global melambat.
Berbagai faktor tersebut mendorong Susor Sekuritas untuk mempertahankan netral saham TPIA. Target tersebut telah mempertimbangkan likuiditas perdagangan sahamnya dan neraca keuangan yang kuat. “Meski demikian, kami lebih memilih saham PT Barito Paicific Tbk (BRPT) sebagai saham paling murah untuk proxy TPIA,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, BRPT merupakan pemegang pengendali dengan kepemilikan sebanyak 34,63% saham TPIA. Sisanya dikuasai SCG Chemicals dengan kepemilikan sebanyak 30,57%, Prajogo Pangestu menguasai 7,78%, PT Top Investment sebanyak 15%, Marigold Resources Pte mencapai 3,92%, dan sisanya investor public.

