JPMorgan, Citigroup hingga Bank of America Siapkan Jaringan Blockchain untuk Lawan Stablecoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Sejumlah bank besar asal Amerika Serikat (AS), termasuk JPMorgan Chase, Citigroup, Bank of America, dan Wells Fargo membentuk kemitraan untuk mengembangkan jaringan deposito tokenisasi berbasis blockchain melalui The Clearing House. Di mana, pengembangan tersebut ditargetka dapat diluncurkan pada tahun 2027 mendatang.
Inisiatif ini dirancang sebagai sistem pembayaran real time berbasis blockchain yang memungkinkan bank-bank anggota memindahkan versi tokenisasi dari simpanan nasabah secara 24/7. Langkah ini dipandang sebagai upaya bank tradisional untuk mempertahankan dominasi di sektor pembayaran di tengah meningkatnya adopsi stablecoin dan aset kripto.
The Clearing House, yang dimiliki bersama oleh bank-bank peserta, akan mengoperasikan sistem tersebut. Namun hingga kini, belum ada mitra blockchain spesifik yang diumumkan untuk mendukung infrastruktur teknis proyek ini. Internal bank menyebut proyek ini sebagai “jembatan” atau “rantai,” yang mengacu pada integrasi sistem perbankan dengan teknologi blockchain.
Baca Juga
Investor Kripto Indonesia Tembus 21,37 Juta, Kebutuhan Investor Kini Kian Beragam
Berbeda dengan stablecoin, deposito tokenisasi merepresentasikan simpanan bank yang benar-benar ada dalam sistem perbankan, sehingga tetap berada dalam kerangka regulasi dan risiko kredit yang berlaku saat ini. Model ini dinilai lebih aman bagi bank karena tidak menciptakan aset digital baru di luar neraca perbankan.
Melansir Cryptopolitan, Jumat (5/6/2026) langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bank-bank besar AS terhadap potensi pengurangan likuiditas akibat pertumbuhan stablecoin, terutama jika regulasi seperti Undang-Undang CLARITY memberikan ruang lebih luas bagi penggunaannya dalam sistem pembayaran.
Baca Juga
Ketegangan AS-Iran dan Arus Keluar ETF Lagi-lagi Hantam Pasar Kripto
Perusahaan seperti JPMorgan diperkirakan menjadi pengguna awal jaringan ini, mengingat pengalaman mereka dalam pengembangan aset digital seperti JPM Coin dan token deposit di jaringan blockchain Base milik Coinbase untuk klien institusional.
Menurut para eksekutif perbankan, inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi bank di pasar modal dan sistem pembayaran global, sekaligus mempersiapkan infrastruktur keuangan untuk adopsi teknologi on chain yang lebih luas.

