GOLF Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 10% di 2026, Didorong Proyek Bali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Emiten milik anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo, PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 10% pada 2026. Target tersebut ditopang oleh pengakuan pendapatan dari proyek Banyan Tree Pecatu Bali yang masih berlanjut serta kinerja bisnis lapangan golf yang terus menunjukkan tren positif, khususnya di Bali.
"Untuk target pendapatan sendiri double digit, minimal 10% tahun ini, margin yang bisa dibilang terjaga sekitar 20-an persen tahun ini," kata Investor Relations GOLF Ravenal Arvense menjawab pertanyaan investortrust.id usai paparan publik di Hotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Ravenal, salah satu penopang pertumbuhan tahun ini berasal dari pengakuan pendapatan proyek Banyan Tree Pecatu Bali. Saat ini, perusahaan baru melakukan serah terima sekitar 50 unit dari total 178 unit, sehingga masih terdapat potensi pengakuan pendapatan dari unit-unit yang akan diserahterimakan sepanjang tahun ini.
Selain itu, kinerja operasional lapangan golf di Bali juga menunjukkan tren positif. Ravenal mengatakan jumlah putaran permainan (golf rounds) di New Kuta Golf Bali terus mencetak rekor dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga
Laba Golflink (GOLF) Tergerus 23,34% di 2025, Kenaikan Beban Jadi Pemicu
"Biasanya pertumbuhan sekitar 10%, tetapi sejak Juni tahun lalu jumlah rounds kami terus memecahkan rekor. Juni pecah rekor, Juli pecah rekor, Agustus juga," ujar dia.
Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan pemain golf di Bali turut didorong oleh tingginya kunjungan wisatawan mancanegara. Pada pertengahan tahun, wisatawan asal Australia menjadi kontributor utama, sedangkan pada akhir tahun biasanya didominasi wisatawan dari Jepang dan Korea Selatan.
Menurut Ravenal, terbatasnya jumlah lapangan golf berstandar 18 hole di Bali justru menjadi peluang bagi industri golf untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Dari kinerja keuangan, GOLF membukukan pendapatan sebesar Rp 28,82 miliar pada kuartal I-2026, naik 1,3% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp 28,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 20,6% yoy menjadi Rp 1,59 miliar dari Rp 1,32 miliar pada kuartal I-2025. Sementara beban umum dan administrasi turun 8,7% yoy menjadi Rp 11,15 miliar dari Rp 12,21 miliar. Segmen golf masih menjadi kontributor terbesar pendapatan perseroan dengan nilai Rp 22,74 miliar pada kuartal I-2026, sedangkan segmen restoran menyumbang Rp 4,06 miliar.

