IHSG Lanjutkan Penurunan tajam 3,48% di Sesi I, Saham Perbankan Dipimpin BBNI Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (4/6/2026), ditutup anjlok sebanyak 206,81 poin (3,48%) menjadi 5.734. Rentang pergerakan 5.644-5.943 dengan nilai transakasi Rp 12,12 triliun.
Kejatuhan indeks dipangaruhi sentimen positif pasar saham dunia yang diikut dengan penurunan sejumlah pasar. Penurunan indeks juga dipicu atas berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah ke level Rp 18.033 atau terendah baru sepanjang masa.
Penurunan indeks juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti material dasar anjlok 5,95%, sektor industri 4,58%, infrastruktur melemah 4,38%, sektor transportasi turun 4,44%, dan sektor properti melemah 5,24%.
Baca Juga
IHSG Anjlok Hampir 5% ke 5.651 di Intraday Hari Ini, Analis Ungkap Tekanan Ini
Kejatuhan tersebut juga dipicu penurunan signifikan saham big cap, BREN, AMMN, TPIA, BYAN, MORA, INTP, hingga BRPT. Bahkan saham big cap, seperti BBNI anjlok lebih dari 5%, saham BBCA dan BBRI anjlok lebih dari 3%, dan BMRI anjlok lebih dari 2%.
Meski IHSG berada dalam tekanan hebat sesi I, sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga, seperti ESTI naik 31,78% menjadi Rp 141, MGNA naik 26,51% menjadi Rp 105, ALKA naik 18,03% menjadi Rp 720, BELL menguat 16,13% menjadi Rp 108, dan BOGA naik 11,57% menjadi Rp 1.350.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 254 poin (4,11%) menjadi 5.941 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 993,29 miliar terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 707,62 miliar, BBRI mencapai Rp 427,54 miliar, dan TPIA senilai Rp 362,45 miliar.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Kembali Menguat, Fundamental Ekonomi Masih Solid
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, sektor material dasar anjlok 9,05%, sektor energi melemah 5,61%, dan sektor infrastruktur melemah 5,05%. Penurunan IHSG BEI tercatat yang paling dalam hari ini di Asia.
Tekanan terbesar datang dari kejatuhan saham AMMN, TPIA, BRPT, dan PTRO. Tekanan juga datang dari saham-saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan tersebut juga datang dari kejatuhan saham PANI dan CBDK.
Sebaliknya saham dengan penguatan pesat hari ini, yaitu dua saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) WEHA naik 34,68% menjadi Rp 167 dan MMIX naik 24,76% menjadi Rp 655. Lompatan juga melanda saham OMRE sebanyak 24,09% menjadi Rp 1.365, MSIN naik 20% menjadi Rp 444, dan PMUI naik 17,65% menjadi Rp 80.

