IHSG Sesi I Anjlok 1,43%, Penurunan Tajam Landa Saham Sektor Industri
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (12/5/2026), dibuka ditutup anjlok sebanyak 98,49 poin (1,43%) menjadi 6.807. Rentang pergerakan 6.802-6.977 dengan nilai transaksi Rp 66,5 triliun.
Penurunan indeks berbanding terbalik dengan pasar Asia yang cenderung menguat. Pelemahan tersebut juga sejalan dengan penurunan nilai tukar rupiah ke level tertinggi baru sepanjang masa.
Baca Juga
Ekonom: RI Tak Butuh Pajak Baru, Fokus Benahi Kepatuhan dan Kepercayaan Publik
Pelemahan indeks juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor industry melemah 3,44%, sektor infrasturktur 2,89%, consumer non primer turun 1,51%, sektor teknoligu 1,51%, dan consumer primer turun 1,22%. Sebaliknya kenaikan pesat melanda saham sektor transportasi 2,73%.
Meski IHSG terjerembab, saham CCSI melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaiakn 25% menjadi Rp 300 dan ELPI cetak ARA 24,90% menjadi Rp 1.630. Kenaikan juga melanda saham KJEN 24,80% menjadi Rp 156, KONI naik 24,41% menjadi Rp 3.160, dan KRYA menguat 24,39% menjadi Rp 102.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 63,78 poin (0,92%) menjadi 6.905 dengan investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 751,15 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 334,71 miliar, BUMI mencapai Rp 135,36 miliar, dan DSSA senilai Rp 115,86 miliar.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kembali Rombak Pejabat Pajak Buntut Restitusi Besar
Pelemaham indeks kemarin dipicu kejatuhan saham big cap dan penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, industry, keuangan, property, consumer primer, dan transportasi. Sebaliknya sektor infrastruktur melesat 1,52%.
Meski IHSG jatuh, empat saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) lebih dari 34%, yaitu saham DPUM naik 34,67%, DFAM naik 34,62% menjadi Rp 140, dan LABS naik 34,16% menjadi Rp 216. ARA Juga melanda saham MORA sebanyak 20% menjadi Rp 9.000.

