Ketegangan AS-Iran dan Arus Keluar ETF Lagi-lagi Hantam Pasar Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar aset kripto global kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Berdasarkan data Coinmarketcap pagi ini, total kapitalisasi pasar kripto turun 3,95% menjadi US$ 2,21 triliun, seiring aksi jual yang terjadi di berbagai aset digital utama.
Sentimen pasar juga tercermin dari penurunan indeks CMC20 yang melemah 5,25% ke level 130,54. Sementara itu, indeks Fear & Greed berada di angka 20 atau masuk kategori "Fear", menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan menghindari risiko.
Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, turun 5,81% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 63.054. Koreksi juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang melemah 4,40% menjadi US$ 1.785.
Tekanan jual turut melanda sejumlah altcoin utama. BNB turun 6,15% ke US$ 613,66, sementara Solana (SOL) merosot 5,83% ke US$ 70,49. XRP juga terkoreksi 2,79% ke level US$ 1,18.
Baca Juga
Melansir Cointurk, Kamis (4/6/2026) meskipun sebelumnya sempat pulih ke level US$ 65.426, Bitcoin gagal mempertahankan momentum kenaikannya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta tekanan teknikal yang masih kuat.
Kepala Riset Bitrue Research Institute Andri Fauzan Adziima menilai pelemahan pasar kripto tidak semata-mata dipicu oleh faktor geopolitik. Menurutnya, likuidasi posisi leverage, arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot, serta kerusakan struktur teknikal menjadi faktor utama yang membebani pergerakan harga.
"Berita geopolitik memang memperburuk sentimen, tetapi tekanan utama berasal dari likuidasi posisi leverage, arus keluar ETF, dan faktor teknikal yang melemahkan pasar," ujarnya.
Saat ini, perhatian investor tertuju pada level psikologis US$ 60.000 yang menjadi area support penting bagi Bitcoin. Penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka ruang koreksi yang lebih dalam.
Baca Juga
Pasar Kripto "Kebakaran", BTC ETH BNB hingga SOL Jatuh Berjamaah di Atas 6%
Analis teknikal sekaligus trader veteran Peter Brandt mengungkapkan bahwa Bitcoin tengah membentuk pola broadening triangle atau segitiga melebar. Pola tersebut mengindikasikan volatilitas yang tinggi dan berpotensi mendorong harga turun hingga kisaran US$ 56.000 apabila tekanan jual berlanjut.
Namun, Brandt menilai skenario negatif tersebut akan gugur apabila Bitcoin mampu kembali menembus level US$ 75.000. Sementara itu, sinyal yang lebih kuat bahwa pasar telah mencapai titik terendah baru akan muncul jika harga mampu menembus area US$ 77.000.
Tekanan pada Bitcoin turut menyeret altcoin utama. Ethereum (ETH) turun mendekati area support kuat di US$ 1.750 setelah menembus batas bawah kisaran perdagangan sebelumnya. Jika level tersebut gagal dipertahankan, harga ETH berpotensi turun lebih jauh menuju US$ 1.550.
BNB juga mengalami tekanan setelah turun di bawah level US$ 687 dan mendekati rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$ 645. Penurunan lebih lanjut di bawah US$ 628 dapat membuka jalan menuju level US$ 570.
Sementara itu, XRP menembus support penting di US$ 1,27 dengan target penurunan berikutnya berada di area US$ 1,11. Solana (SOL) juga melemah setelah ditutup di bawah level US$ 76, menjadikan US$ 67 sebagai area pertahanan utama. Adapun Dogecoin (DOGE) kembali mendekati batas bawah kisaran perdagangan di US$ 0,09.
Di tengah pelemahan pasar secara luas, sejumlah aset digital menunjukkan ketahanan relatif yang lebih baik. Hyperliquid (HYPE), Zcash (ZEC), dan Stellar (XLM) masih mampu mempertahankan tren yang lebih stabil dibandingkan mayoritas aset kripto lainnya.
Hyperliquid mendapat dukungan dari meningkatnya volume perdagangan derivatif terdesentralisasi. Sementara itu, ZEC tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari, yang menunjukkan minat beli masih cukup kuat. Stellar juga dinilai memiliki peluang melanjutkan pemulihan apabila mampu mempertahankan area support Fibonacci di US$ 0,22.
Analis menilai pasar kripto masih menghadapi risiko volatilitas tinggi dalam jangka pendek. Pergerakan Bitcoin di area US$ 60.000 akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya, mengingat level tersebut menjadi batas penting antara potensi pemulihan dan koreksi yang lebih dalam.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

