Bagikan

Ketegangan Timur Tengah Hantam Pasar Saham AS, Dow Anjlok Lebih 550 Poin

Poin Penting

Dow Jones jatuh 557 poin akibat lonjakan harga minyak
Ketegangan Iran-UAE picu kekhawatiran konflik meluas
Harga minyak Brent dan WTI melonjak signifikan

NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat turun tajam pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (5/5/2026), seiring lonjakan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga

AS Bantah Kapal Perangnya Diserang, Iran Hantam UEA, Selat Hormuz Memanas

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 557,37 poin atau 1,13% ke level 48.941,90. Sementara S&P 500 turun 0,41% ke 7.200,75 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,19%.

Pada hari Senin, Uni Emirat Arab mengatakan bahwa mereka telah mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran. Itu adalah pertama kalinya sistem peringatan rudal UEA diaktifkan sejak gencatan senjata AS-Iran dimulai bulan lalu.

Ketegangan memicu lonjakan harga energi. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 4,39% ke US$106,42 per barel, sementara Brent crude oil melonjak 5,8% ke US$114,44.

Harga energi sudah naik sebelumnya pada hari itu setelah laporan yang saling bertentangan tentang serangan Iran terhadap kapal perang AS dan ketika media Iran melaporkan bahwa sebuah kapal dipulangkan dari Selat Hormuz.

Angkatan Laut Iran mengatakan telah memblokir kapal perang "Amerika-Zionis" memasuki zona tersebut, menurut laporan TV pemerintah yang dikutip oleh Reuters. Sebuah laporan terpisah dari Kantor Berita Fars mengatakan dua rudal menghantam kapal perang AS di dekat pulau Jask setelah mengabaikan peringatan, meskipun tidak ada laporan yang dikonfirmasi secara independen.

Komando Pusat AS kemudian menulis dalam sebuah unggahan di X bahwa “tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan.”

Presiden Donald Trump kembali memicu perhatian pasar setelah mengumumkan “Project Freedom”, yakni rencana pengawalan kapal dagang internasional yang terjebak di Selat Hormuz.

Meski sebelumnya muncul optimisme setelah Iran mengajukan proposal damai melalui mediator Pakistan, Trump menilai tawaran tersebut tidak memadai. Hal ini menurunkan harapan pasar terhadap penyelesaian konflik dalam waktu dekat.

Baca Juga

Wall Street Pecah Rekor Baru, Saham Apple Jadi Motor Penggerak

“Pasar tidak melihat konflik ini akan segera berakhir,” ujar Jay Hatfield, pendiri dan CEO di Infrastructure Capital Advisors, seperti dikutip CNBC. Ia menilai potensi eskalasi masih tinggi dan berisiko menekan pasar dalam jangka pendek, meski tetap optimistis indeks S&P 500 bisa mencapai 8.000 pada akhir tahun.

Di sisi sektoral, saham logistik menjadi yang paling terpukul setelah Amazon mengumumkan ekspansi layanan logistiknya. Saham GXO Logistics anjlok hampir 18%, sementara UPS dan FedEx masing-masing turun 10% dan 9%.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024