IHSG Dibuka Melesat 1,56%, Saham DSSA dan BREN Lanjut Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Burs Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/6/2026), dibuka melesat naik sebanyak 95 poin (1,56%) menjadi 6.219. Kenaikan indeks terdorong penguatan hampir seluruh sektor saham.
Kenaikan indeks ditopang pengautan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer, energi, material dasar, properti. Sebalik penurunan melanda saham transportasi dan kesehatan.
Baca Juga
IHSG Cenderung Konsolidasi, Tiga Saham Dipimpin RAJA Layak Dilirik
Penguatan tersebut juga ditopang lompatan harga sejumlah saham, sepert DSSA cetak auto reject atas (ARA) sebanyak 25% menjadi Rp 615, CUAN cetak ARA 24,60% menjadi Rp 785, saham BREN melesat 23,33% menjadi Rp 4.080, BRPT naik 12,37% menjadi Rp 2.180, PTRO naik 16,17%, AMMN naik 7,83% menjadi Rp 3.550, dan
Pekan lalu, IHSG ditutup torehkan penurunan sebanyak 0,56% menjadi 6.162 sepanjang pekan ini. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham dunia yang cenderung naik, bahkan cetak rekor tertinggi. Tekanan utama indeks pekan lalu datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BBCA anjlok 3,39%, ASII melemah 7,41%, BBRI turun 3,28%, dan AMRT anjlok 19,3%.
Baca Juga
Harga Emas Turun Seusai Konflik Iran-AS Picu Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi
Pelemahan juga datang dari penurunan mayoritas sektor saham pekan ini, seperti saham sektor industri terpangkas 2,31%, sektor konsumer non primer 2,45%, sektor keuangan 1,16%, sektor properti 1,96%, dan sektor energi melemah 1,17%.
Penurunan indeks pekan lalu memicu pelamahan IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) menjadi 29,14% atau terburuk di dunia. Persentase penurunan tersebut jauh melampaui persentase penurunan indeks saham India yang hanya 12,26% di posisi kedua terburuk di dunia.

